Anak Jalanan, Waria dan ODHA di Kota Serang Ikuti Vaksinasi, Disuntik Vaksin Sinopharm

SERANG– Ratusan anak jalanan, waria dan ODHA (orang dengan HIV-AIDS) dari Serang dan Cilegon menjalani vaksinasi Covid-19, pada Selasa (7/9/2021) di Auditorium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang, Kota Serang.

Pimpinan Komunitas Waria dan ODHA, Jeni Rosa atau Mami Jeni menuturkan, jika program vaksinasi bagi para waria dan ODHA baru kali pertama dilakukan. Pasalnya, dirinya merasa baru mendapat tawaran untuk ikut vaksinasi Covid-19 hanya dalam waktu dekat.

Meski begitu, diakui Mami Jeni, jika rasa takut untuk menjalani proses vaksinasi Covid-19 sempat dialami oleh rekan-rekan di komunitasnya. Itu karena beredarnya informasi hoax terkait vaksin Covid-19 yang menimbulkan efek negatif.

“Ini baru kali ini adanya (vaksinasi) buat komunitas kami. Baru ditawarin sekarang juga. Jadi saya suruh mereka pada ikut. Sebelumnya sih pada takut juga, jadi saya kasih informasi akhirnya pada mau,” kata Mami Jeni saat ditemui di lokasi, Selasa (7/9/2021) sore.

“Sekarang lebih 10 orang dari komunitas waria yang ikut vaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Banten Girang, Uwen Yuheni menuturkan, jika pihaknya tidak memberikan perlakuan berbeda bagi para peserta vaksin yang menderita HIV-AIDS dengan para peserta pada umumnya.

Namun diakui Uwen, jika dalam pemberian vaksin bagi para penderita HIV-AIDS, pihaknya memberikan vaksin jenis sinopharm. Sedangkan, disebutkannya, ada sekitar 300 orang dari kalangan anak jalanan, waria dan ODHA yang mengikuti vaksinasi.

“Perlakuan khusus tidak ada, tapi dosis vaksinnya sendiri paling pake sinopharm. Sebenarnya sinovac sama sinopharm itu sama aja, karena tadi kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan,” kata Uwen.

“Awalnya dikasih tahu itu anak jalanan dan ODHA itu sekitar 200 orang, tapi barusan lihat data yang ada itu sekitar 300 orang,” lanjutnya.

Menurutnya, saat ini sudah terjadi peningkatan kesadaran pentingnya vaksin Covid-19. Itu terbukti dari selalu ramainya para peserta yang mengikuti proses vaksinasi di berbagai tempat.

“Sekarang baik siapapun termasuk ODHA itu udah mulai ada peningkatan kesadaran. Karena mereka tau vaksin itu jadi kebutuhan bagi mereka, dan mereka itu mencari (lokasi vaksinasi),” tandasnya. (*/YS)

Demokrat
Royal Juli