Mahasiswa Nyatakan Mosi Tidak Percaya Kepada DPRD Cilegon

CILEGON— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon kembali menyoroti tindakan dan kebijakan DPRD Kota Cilegon yang diduga melanggar ketentuan dan tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat yang telah memilihnya.

Diberitakan sebelumnya, DPRD dan Pemerintah Kota Cilegon diketahui menggelar rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk penyusunan APBD 2022 di Grand Soll Marina Tangerang, Senin hingga Selasa (30-31/8/2021) pekan lalu.

“Hal tersebut adalah pelanggaran atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 pasal 91 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, Kabupaten/ Kota,” ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Syahrido Alexander, Selasa (7/9/2021).

Selain itu, Syahrido juga mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh pihak oknum Pamdal DPRD Kota Cilegon kepada mahasiswa yang bernama Ediansyah yang sedang mengekspresikan kegelisahannya dalam rapat Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Cilegon di Gedung DPRD Kota Cilegon, pada Senin (6/9/2021).

“Disampaikan bahwa saudara kami dihadang kemudian dibanting, diseret, dicekik, dan diinjak kepalanya oleh tim pengamanan. Tindakan tersebut sangat tidak manusiawi dan tidak mencerminkan kedewasaan. Maka Kami Pengurus HMI Cabang Cilegon menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada DPRD Kota Cilegon,” tegasnya. (*/Ihsan)

Demokrat
Royal Juli