Banjir di Kabupaten Serang Rusak 2.175 Hektare Sawah, DKPP Usulkan Bantuan Benih Padi
SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang resmi menetapkan status Tanggap Darurat bencana hidrometeorologi.
Penetapan status tersebut dilakukan menyusul meluasnya dampak bencana seperti banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Serang.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kampung Parungpung, Desa Pamarayan. Dalam sepekan terakhir, banjir tercatat terjadi hingga empat kali, menggenangi lahan persawahan milik warga.
Akibatnya, tanaman padi rusak dan para petani terancam mengalami gagal panen.
Selain kehilangan hasil panen, petani juga harus menanggung kerugian berulang karena bibit padi hanyut dan membusuk akibat terendam genangan air.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, menyatakan bahwa berdasarkan laporan hingga 27 Januari, luas lahan pertanian yang terdampak banjir di Kabupaten Serang mencapai 2.175 hektare.
“Kalau kita hitung bukan per kecamatan, tapi berdasarkan laporan sampai tanggal 27 Januari kemarin, lahan yang terimbas banjir di Kabupaten Serang ada sekitar 2.175 hektare. Dari jumlah itu, yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 616 hektare,” ujar Suhardjo, Jumat (30/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi dan pemulihan, pihaknya akan mengambil kebijakan untuk mengusulkan bantuan benih padi bagi seluruh petani yang terdampak banjir.
“Saya akan ambil kebijakan, seluruh lahan yang terdampak banjir akan kami usulkan mendapatkan bantuan benih dari provinsi. Besarannya 25 kilogram per hektare,” jelasnya.
Suhardjo berharap ketersediaan benih di tingkat Pemerintah Provinsi Banten maupun Kementerian Pertanian dapat mencukupi kebutuhan tersebut.
“Mudah-mudahan ketersediaan di provinsi dan kementerian pertanian tersedia. Ini juga atas saran dari penanggung jawab LTT (Luas Tambah Tanam) yang ada di Provinsi Banten,” pungkasnya.
Dengan status tanggap darurat yang telah ditetapkan, pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana serta pemulihan sektor pertanian yang terdampak.***


