Baru 84 Hektar, Waduk Sindangheula Terganjal Pembebasan Lahan

Loading...

SERANG – Waduk Sindangheula adalah salah satu dari 12 proyek nasional yang rencananya dibangun diatas lahan 154 hektar di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, saat ini terkendala lahan.

Guna melakukan percepatan pembangunan waduk Sindangheula dari 154 hektar lahan yang akan dibebaskan, saat ini hanya tersisa 70 hektare lahan yang belum terbebaskan dan Pemerintah Provinsi Banten sedang berupaya untuk melakukan pembebasan.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Daerah (Asda) II Provinsi Banten, Ino S Rawita setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Banten, Wahidin Halim di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (5/7/2017).

“154 hektar itu nanti akan divalidasi oleh BPN, mudah-mudahan besok pagi sudah ada laporannya dan yang belum dibebaskan tinggal sedikit lagi, 70 hektar lagi,” kata Ino kepada awak media.

Ia mengatakan, percepatan pembangunan untuk waduk tersebut tengah ditunggu oleh pemerintah pusat, sehingga proses pembebasan lahan harus segera dilakukan.

PCM

“Sempet ada kendala pada penetapan lokasi, karena penetapan lokasi kan sudah tiga kali, tapi karena ada Perpres Nomor 58 tahun 2017.

“Jadi tidak ada masalah, jadi bukan lagi perpanjangan tapi pembaharuan penlok, kita targetkan minimal nanti Jumat berkasnya sudah ada di meja Pak Gubernur dengan administrasi luasan tanah yang disiapkan dari BPN,” katanya.

Setelah luasan tanah telah disiapkan, lanjut Ino, pihaknya akan melakukan rapat berkaitan dengan pembayaran untuk pembebasan lahan kepada masyarakat yang tanahnya digunakan untuk waduk tersebut.

“Mudah-mudahan tahun ini pembebasan semua selesai, baru selanjutnya dilakukan pembangunan,” terangnya.

Meski demikian, ia menegaskan, sejauh ini, pembangunan untuk waduk tersebut telah berjalan diatas lahan yang telah dibebaskan.

“Pembangunan sudah jalan bagi lahan yang sudah dibebaskan, jadi mudah-mudahan tahun depan sudah rampung,” pungkasnya. (*)

Bank bnten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien