Dua Kades Bersaksi Dugaan Keterlibatan Mendes Yandri Menangkan Ratu Zakiyah-Najib Hamas
JAKARTA-Dua kepala desa (Kades) dihadirkan sebagai saksi dalam Panel 3 sidang pembuktian Mahkamah Konsitusi (MK), Jumat (7/2/2025).
Keduanya dihadirkan oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati Serang nomor urut 1 Andika Hazrumy-Nanang Supriatna selaku Pemohon.
Saksi pertama, Kepala Desa Bojong Pandan Hulman menyampaikan, adanya dugaan keterlibatan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto
untuk memenangkan Ratu Rachmatuzakiyah-Muhammad Najib Hamas.
Hulman menceritakan, 25 kades dari Kecamatan Tunjung Teja dan Kecamatan Baros sempat diundang ke kediaman Yandri sebelum penetapan paslon Pilbup Kabupaten Serang.
Saat itu, kata dia, Yandri belum menjabat sebagai Mendes memohon doa terhadap istrinya, Ratu Zakiyah yang bakal maju dalam Pilkada Kabupaten Serang.
Hulman yang juga menjabat Sekretaris DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Serang melanjutkan, usai pertemuan itu, APDESI menggelar rapat kerja cabang (Rakercab) di Hotel Marbella Anyar pada 3 Oktober tahun lalu.
Dalam kesaksiannya, Hulman tak menyangkal usai acara Rakercab, dirinya berkoordinasi dengan tim pemenangan pasangan calon nomor urut 2, Ratu Zakiyah-Najib Hamas.
“Kalau pribadi saya ya, di desa saya, karena kita setelah berkonsolidasi artinya penguatan kebersamaan seluruh kepala desa, saya melakukan di desa saya, koordinasi dengan tim 02 dan masyarakat guna memenangkan 02,” ujar Hulman.
Sebagai Sekretaris DPC APDESI Kabupaten Serang, ia juga mengaku sempat mendampingi kunjungan Yandri di tiga desa, yakni Desa Kadu Genep, Desa Kopo, dan Desa Kareo.
Penuturan Hulman dalam Sidang, Yandri mengatakan, awalnya memang berkonsolidasi Mendes, membicarakan program-program desa. Namun Yandri mengucapkan slogan Ratu Zakiyah-Najib Hamas.
“Menteri cuma mengatakan, ‘ke depan Serang, kita harus bahagia’,” tutur Hulman menirukan ucapan Yandri.
Saksi lainnya, Kades Julang Karso menceritakan lebih detail terkait Rakercab APDESI Kabupaten Serang pada 3 Oktober 2024 itu.
Saat proses registrasi peserta Rakercab, handphone 280 dari 326 kepala dikumpulkan dalam satu tempat, sehingga acara tersebut harus steril.
Di Marbella, Anyar, Rakercab APDESI Kabupaten Serang turut mengundang Yandri yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua MPR, bukan menjabat Mendes.
Karso menceritakan, Ketua DPC APDESI Kabupaten Serang M Mauludin Anwar dalam sambutannya, mengajak seluruh kades yang hadir untuk berikrar atau bersumpah dalam mendukung pasangan calon nomor urut 2.
“Beliau (M Mauludin) menyampaikan bahwa ‘Kita para kepala desa se-Kabupaten Serang bersatu untuk mendukung dan memenangkan paslon 02’. Deklarasi itu terikrar, beliau menyampaikan dibaca, dan kami semua mengikuti dengan sumpah dan janji,” tutur Karso.
Karso mengaku tak tahu menahu soal acara Rakercab APDESI Kabupaten Serang yang justru berubah menjadi acara deklarasi dukungan untuk Ratu Zakiyah-Najib Hamas.
Bahkan, Yandri sempat meminta doa dan dukungan dan menjanjikan umroh apabila suara Ratu Zakiyah-Najib Hamas minimal 75 persen.
“Jikalau pencapaian suara minimal 75 persen, maka InsyaAllah ada milik dan rezeki kita berangkat umroh bersama-sama. Itu kurang lebihnya yang saya lihat, yang saya dengar, dan saya rasakan,” tutur Karso dalam kesaksiannya.
Kemudian Saksi Pihak Terkait, M Mauludin Anwar membantah acara APDESi sebagai acara deklarasi.
Ia menjelaskan Rakercab adalah acara tahunan, acara hasil musyawarah dengan semua kepala desa.
APDESI Kabupaten Serang, kata dia, memang mengundang Yandri Susanto. Namun diundangnya Politisi PAN itu sebagai sosok pemuda Kabupaten Serang yang sukses di kancah perpolitikan nasional.
Ia juga secara tegas membantah tak ada pembagian amplop berisi uang setelah Rakercab di Anyar, Marbella.
“Itu murni Rakercab, penguatan untuk menjelang Pilkada di saat untuk memberikan rasa aman dan kondusif kepada desa,” ujar Mauludin. (*/Ajo)
