Gara-gara Sering Ditagih Duit Simpanan yang Tak Kunjung Cair, Mantan Pegawai Kopsyah Rabani Ngaku Sempat Ingin Bunuh Diri
SERANG-Polemik Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Raya Banda Madani atau Kopsyah Rabani, mengenai dana simpanan anggotanya belum juga usai.
Kali ini, Kuasa anggota Kopsyah Rabani Iyan Kusyandi Wijaya mengungkapkan, bahwa anaknya yang sempat bekerja di koperasi tersebut sempat ingin bunuh diri.
“Iya, anak yang nomor tiga, dulu sampai stress lah, gara-gara ditagih terus sama anggota koperasi yang menyimpan dana melalui dia,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Iyan menceritakan, anaknya saat itu sempat dikejar dan diintimidasi oleh salah satu oknum LSM yang juga menagih dana simpanan di Kopsyah Rabani.
“Sekarang sudah keluar, udah ada 2 kali lebaran, hampir 2 tahunan karena waktu itu juga gajinya tertunggak. Udah mau dikurangi gajinya,” kata dia.
Semenjak keluar, kata Iyan, mental anak perempuannya kini aman. Selain anak nomor tiga, anak pertama juga mengalami masalah mengenai dana simpanan sekolah yang tak kunjung dicairkan.
“Uang tabungan SD ditalangin anak saya. Bayangkan 530 orang lah orang tua yang nabung ke situ (Kopsyah Rabani),” kata dia.
Ia belum bisa merinci berapa jumlah total dana simpanan yang tak kunjung dicairkan. Padahal, dana tersebut seharusnya sudah cair pada tahun 2025.
“Belum diketahui, kalau yang sama kita, 8 orang hampir Rp 3 miliaran lebih,” kata dia.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Dirut Kopsyah Rabbani Deden Arifian Albarq ketika wartawan mendatangi kantornya di jalan Mayabon, Kota Serang, pria yang pernah nyaleg dari PDI-P itu tak bisa ditemui.***

