Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Serang Rampung Tahap Awal, Siap Jadi Pusat Literasi Inklusif
SERANG – Pembangunan Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Serang yang berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, telah rampung pada tahap awal.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriyadi.
“Alhamdulillah, pembangunan tahap awal gedung perpustakaan Kabupaten Serang sudah selesai. Saat ini gedung sudah bisa dioperasionalkan sambil menunggu penyempurnaan sarana penunjang lainnya,” ujar Rahmat Fitriyadi kepada Fakta Banten, Senin (5/1/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan gedung perpustakaan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Serang dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat secara inklusif.
Literasi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada buku, tetapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, seni, budaya, hingga media kreatif dan inovatif.
“Perpustakaan ini bukan sekadar gedung, tetapi pusat literasi inklusif. Semua aspek akan kita hadirkan agar masyarakat bisa belajar, berdiskusi, berkreasi, dan berbagi pengetahuan,” jelasnya.
Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Serang memiliki luas sekitar 1.866 meter persegi, terdiri dari dua lantai. Lantai atas dan bawah masing-masing seluas 933 meter persegi.
Saat ini, DPKD Kabupaten Serang tengah menyusun konsep manajemen operasional berbasis hospitality, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi ruang publik milik bersama.
“Kami ingin gedung ini menjadi rumah bersama. Semua komunitas, mulai dari pendidikan, kesehatan, media, seni, budaya, hingga generasi muda, bisa memanfaatkan perpustakaan ini,” katanya.
Terkait akses jalan menuju gedung perpustakaan, Rahmat mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Serang telah menyetujui perbaikan jalan masuk.

Meski belum dianggarkan pada APBD 2025, Pemda memastikan dukungan penuh terhadap kelengkapan fasilitas penunjang.
Menanggapi isu anggaran pembangunan yang ramai diperbincangkan publik, Rahmat menegaskan bahwa total anggaran sekitar Rp8,6 miliar sangatlah logis.
Menurutnya, dengan luas bangunan hampir 1.866 meter persegi, anggaran tersebut bahkan lebih efisien jika dibandingkan pembangunan rumah tipe 60.
“Kalau kita bandingkan, luas bangunan ini setara dengan sekitar 30 unit rumah tipe 60. Dengan harga rumah saat ini, nilainya bisa mencapai lebih dari Rp12 miliar. Jadi anggaran Rp8,6 miliar itu sangat masuk akal,” jelasnya.
Ia juga menerangkan bahwa pembangunan fisik gedung bersumber dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Sementara itu, anggaran penunjang seperti pemadatan lahan, videotron, dan jasa konsultan didukung melalui APBD Kabupaten Serang.
“Ini bukti bahwa Pemda Kabupaten Serang sangat peduli terhadap pembangunan literasi,” tegasnya.
Ke depan, gedung perpustakaan ini ditargetkan menjadi ikon literasi Kabupaten Serang serta ruang berkumpul lintas generasi, mulai dari Generasi Z, milenial, Generasi X, hingga generasi senior.
“Literasi adalah kunci perubahan peradaban. Dengan peningkatan pengetahuan, masyarakat akan semakin maju, sejahtera, dan bahagia,” ujar Rahmat.
Untuk peresmian atau launching, DPKD Kabupaten Serang menargetkan pelaksanaan pada tahun ini, setelah seluruh kesiapan teknis dan fasilitas pendukung rampung.
“Launching bukan hanya soal bangunan, tapi momentum penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi,” pungkasnya.
Selain koleksi buku fisik, perpustakaan ini juga akan dilengkapi dengan e-library, fasilitas WiFi, serta ruang-ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas di Kabupaten Serang.***

