Gelar Audiensi dengan Disparpora Kota Serang, Pedagang di Stadion Maulana Yusuf Minta Kejelasan Status Lapak

SERANG-Para pedagang di di Stadion Maulana Yusuf mengadakan audiensi dengan Disparpora Kota Serang pada Senin (28/7/2025).
Audiensi ini, mereka meminta kejelasan status lapaknya usai digusur pertengahan bulan Juli ini.
Salah satu pedagang inisial N mengungkapkan, sebanyak 19 pedagang tak diberitahukan terlebih dahulu saat penggusuran terjadi.
“Gak tahunya langsung hari itu juga, lapak kami digusur tanggal 17 Juli. Memang ada surat peringatan, tapi H-1 itu gak ada info apa-apa, tau-tau digusur,” ujarnya usai audiensi.
N yang sudah berdagang sejak tahun 2019 itu menuntut hal lainnya dalam audiensi tersebut.
Salah satunya meminta agar mereka tercatat dalam Disparpora Kota Serang.

“Kira pengen data kita tercantum karena sebelum pertemuan ada 11 pedagang, pas tadi audiensi tambah 13, sebenarnya di data saya yang akurat ada 19,” pintanya.
Permintaan kedua terkait mereka yang diizinkan sementara waktu untuk berdagang sambil menunggu pembangunan lapak berdagang.
“Kita minta dialokasikan satu tempat untuk berdagang sementara waktu, sambil menunggu pembangunan yang baru. Nah Ketiga di momen Serang Fair kita minta berjualan awal bulan Agustus ini, yang ini sore juga hari ini kita di kasih lapak,” jelasnya.
Dari hasil audiensi, untuk kejelasan lapak pihak Disparpora Kota Serang memberikan dua opsi.
Para pedagang ditawarkan untuk bisa berdagang tetap di Pasar Lama atau di Kepandean.
“Untuk dua lokasi itu kami masih berdiskusi, masih menimbang-nimbang dan dibicarakan lebih lanjut,” kata dia.
Di lokasi yang sama, Ketua Umum PP Hamas Banten, Irhamullah selaku pihak yang mempertemukan keduanya berharap, audiensi ini bisa memberikan solusi kepada para pedagang.
“Semoga bisa memberikan kejelasan akan status lapak para pedagang yang tergusur,” tukasnya. (*/Ajo)


