Gelar Dialog, Karang Taruna Desa Terate Dorong Peran Industri Perkuat Ekonomi Lokal
SERANG – Karang Taruna Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, menggelar dialog interaktif bertema Peran Strategis Industri dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Lokal di Kantor Desa Terate, Senin (15/12/2025).
Dialog tersebut menghadirkan narasumber dari perwakilan industri besar yang beroperasi di wilayah Desa Terate, yakni PT Wilmar serta SGPJB PLTU Jawa 7.
Kegiatan itu menjadi ruang komunikasi antara pemuda, pemerintah desa, dan pihak industri untuk membahas kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Pj Kepala Desa Terate, Tati Sukmawati, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Karang Taruna yang melibatkan pemuda dan pihak industri dalam forum dialog terbuka.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh dialog yang diinisiasi oleh Karang Taruna dan pemuda Desa Terate dengan melibatkan industri setempat. Forum seperti ini sangat bermanfaat,” ujar Tati.
Ia menilai keberadaan industri memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Harapannya, komitmen yang disampaikan perusahaan terkait penyerapan tenaga kerja dan pengembangan UMKM lokal dapat direalisasikan, dan forum seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Terate, Sahrul Budiansyah, menuturkan bahwa Desa Terate merupakan kawasan yang berada di lingkar industri, dengan hadirnya perusahaan berskala nasional seperti Wilmar dan SGPJB PLTU Jawa 7.
“Dengan hadirnya industri besar di Desa Terate, kami ingin mengetahui sejauh mana dampak yang diberikan, apakah hanya sebatas operasional atau benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sahrul, Karang Taruna berharap keberadaan industri dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kegiatan sosial dan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan porsi tenaga kerja lokal, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah ring satu perusahaan.
“Kami berharap peluang tenaga kerja lokal dapat diperluas. Karena ketika terjadi dampak negatif dari aktivitas industri, masyarakat sekitar yang pertama kali merasakannya,” katanya.
Lebih lanjut, Sahrul menilai optimalisasi peran industri perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Untuk itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri.
“Jika perusahaan membutuhkan tenaga dengan keahlian tertentu, seperti bidang kelistrikan atau teknis lainnya, maka SDM lokal harus dipersiapkan agar sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan,” ujarnya.***
