Hingga November 2025, Realisasi APBD Kabupaten Serang Capai 85 Persen

SERANG – Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Serang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 menunjukkan tren positif.
Hingga 19 November 2025, capaian pendapatan telah mencapai 85,82 persen, atau sekitar Rp3,079 triliun dari total pagu Rp3,58 triliun.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Akuntansi BPKAD Kabupaten Serang, Beni Rahmatullah, Rabu, (19/11/2025).
Menurut Beni, capaian tersebut memberikan optimisme bahwa pendapatan daerah pada akhir tahun dapat mencapai target maksimal.
Beni menjelaskan, menjelang batas akhir pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), umumnya terjadi peningkatan setoran dari wajib pajak.
Ia menyebut selisih pendapatan yang belum tercapai tinggal sekitar Rp508 juta.
Beni merinci pendapatan daerah yang terbagi dalam tiga komponen. Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp1,097 triliun, hingga November terealisasi Rp906 miliar atau 82,56 persen.
Kedua, pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi, ditargetkan Rp2,476 triliun dan sudah mencapai Rp2,160 triliun atau 87,26 persen. Beni optimistis kategori ini dapat menyentuh 100 persen pada akhir tahun.

Ketiga, pendapatan lain-lain yang sah, terutama berasal dari hibah perusahaan sektor air bersih, telah terealisasi Rp12 miliar dari target Rp14 miliar atau 87,02 persen.
Pada sisi belanja, Beni mencatat realisasi belanja daerah mencapai 73,48 persen, atau Rp2,656 triliun dari total belanja Rp3,615 triliun.
Belanja daerah terbagi menjadi empat jenis.
Pertama, belanja operasional dengan realisasi Rp2,050 triliun atau 73,59 persen, dianggap masih sesuai pola belanja pegawai dan operasional OPD.
Kedua, belanja modal yang baru mencapai 58,68 persen atau Rp154 miliar dari Rp262 miliar. Rendahnya realisasi disebabkan mayoritas penagihan proyek baru jatuh tempo pada Desember.
Termasuk belanja modal tanah untuk perluasan Puspemkab yang baru terserap Rp2 miliar dari target Rp12 miliar, karena masih dalam tahap studi kelayakan.
Ketiga, belanja tak terduga baru terealisasi 19,80 persen atau Rp2,4 miliar, sebagian digunakan untuk penanganan insiden radioaktif di Cikande.
Keempat, belanja transfer yang meliputi transfer ke desa dan ADD telah mencapai Rp449 miliar atau 81,12 persen. Rata-rata penyaluran diyakini dapat tuntas pada Desember.
Secara keseluruhan, Beni menyampaikan bahwa pengelolaan anggaran tahun ini menunjukkan perkembangan positif. Ia berharap hingga akhir 2025, baik pendapatan maupun belanja dapat mendekati target yang telah ditetapkan.
“Harapannya realisasi belanja bisa berada di kisaran 95 hingga 96 persen, sejalan dengan meningkatnya pendapatan,” ujarnya.***

