Dinkes Kota Serang HPN

Integrasi Sains dan Kearifan Lokal, Untirta bersama Nelayan Cikubang Perkuat Ekosistem Pesisir Banten

DPRD Kota Serang HPN

 

SERANG – Tim dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dari berbagai program studi melaksanakan Program Pengembangan Sains dan Teknologi Bersama Masyarakat (Tera Saintek), Jum’at (21/11/2025) kemarin.

Program bertema “Integrasi Pengetahuan Sains dan Kearifan Lokal untuk Konservasi Ekosistem Pesisir: Program Pemantauan Cuaca, Curah Hujan, dan Kualitas Air Laut pada Komunitas Nelayan di Provinsi Banten” tersebut didukung dan didanai oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek TA 2025.

Kegiatan difokuskan bagi kelompok Rukun Nelayan Cikubang, Desa Argawana, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang yang berlangsung sejak Oktober hingga November 2025.

Rangkaian program meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, Focus Group Discussion (FGD) bersama nelayan, bimbingan teknis pemanfaatan teknologi, serta pemasangan perangkat pemantau cuaca dan kualitas air laut.

Ketua Tim, Mahpudin, mengatakan monitoring lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat dapat digunakan secara optimal oleh para nelayan.

“Monitoring untuk memastikan alat yang dipasang bisa digunakan dengan baik oleh para nelayan,” ujarnya kepada Fakta Banten, Sabtu (22/11/2025).

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Pada kesempatan tersebut, tim juga menyerahkan sejumlah perangkat pendukung, di antaranya alat pemantau cuaca dan arah-kecepatan angin, alat ukur kualitas air laut, alat ukur pH dan salinitas, serta alat pengukur kadar oksigen terlarut.

Mahpudin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjawab tantangan literasi sains dan teknologi di kawasan pesisir yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

“Masyarakat nelayan tradisional seperti di Pesisir Pulo Ampel memiliki kearifan lokal dalam membaca tanda-tanda alam untuk menentukan waktu melaut,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, perubahan iklim membuat tanda-tanda alam tersebut semakin tidak konsisten sehingga mengurangi keandalan pengetahuan tradisional.

Di sisi lain, kemampuan masyarakat dalam mengaplikasikan teknologi sains masih terbatas.
Karena itu, Program Tera Saintek dirancang untuk menggabungkan metode ilmiah sederhana dengan pengetahuan lokal melalui pendekatan ko-kreasi yang menempatkan masyarakat sebagai produsen pengetahuan.

Pada sesi monitoring, Mahpudin berharap perangkat yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para nelayan Cikubang.

Sementara itu, Ketua Nelayan Cikubang, Ali Musropi, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan dan fasilitas yang diberikan. Semoga dapat membawa manfaat bagi para nelayan di sini,” ujarnya.***

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien