Jenderal Gatot: TNI dan Ulama Tak Dapat Dipisahkan

SERANG – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo bersilaturahmi dengan para tentara, ulama serta masyarakat Banten di Taman Kopassus Taktakan Kota Serang – Banten, Jumat (16/6/2017).

Bahwa TNI dan ulama serta rakyat menurut Jenderal Gatot, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bagaimana pentingnya peran ulama dan santri dalam upaya merebut Kemerdekaan Indonesia.

Pernyataan ini ditegaskan Jenderal Gatot dalam sambutannya saat agenda silaturahmi dan buka puasa bersama Kopassus Grup I Serang di Taman Kopassus Taktakan Kota Serang.

Selain mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas kinerja para prajurit, khususnya di Banten dan Indonesia pada umumnya, sehingga TNI mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari publik.

Advertorial

Advertorial

Berdasarkan hasil survei, Gatot juga membeber pentingnya peran masyarakat dalam hal ini para santri yang dipimpin ulama, dalam merebut Kemerdekaan Indonesia pada 1945.

“Perjuangan bangsa Indonesia selama 350 tahun, bukanlah hal yang mudah. Itu dikarenakan oleh pahlawan terdahulu Cut Nyak Dien, tuanku Imam Bonjol Teuku Umar, berjuang sendiri sendiri dan kurang berhasil karena bersifat kedaerahan dan hanya memperjuangkan daerahnya masing-masing,” ujarnya

Menurut Gatot, diakhir sambutannya menegaskan, Indonesia hanya butuh 17 tahun, mulai dari 1928 hingga 1945, para santri dan ulama serta rakyat merapatkan barisan dan kemudian berhasil merebut kemerdekaan.

“Jadi inilah yang saya katakan tidak dapat terpisah antara TNI dan santri. Jadi cikal bakal TNI dan Polri adalah, ya para ulama. Karena pemisahan antara TNI dan Polri pada saat reformasi jadi lahirnya sama-sama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Temon