Wisata Anyer

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang: Distribusi Air Bersih Terus Dikoordinasikan untuk Atasi Kekeringan

SERANG – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto, memastikan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Perumda Tirta Albantani dan sejumlah instansi terkait untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Serang.

Menurut Supiyanto, komunikasi intensif telah dilakukan sejak dua pekan terakhir menyusul meningkatnya permintaan bantuan air bersih akibat musim kemarau.

“Kami sudah berkoordinasi bahkan sejak dua minggu yang lalu dengan PDAM Tirta Albantani. Beberapa surat permohonan juga sudah masuk, terutama dari wilayah utara seperti Kecamatan Carenang dan Binuang. Kami juga terus berkomunikasi dengan para camat agar distribusi air bersih bisa segera dilakukan,” kata Supiyanto, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan armada dan kapasitas distribusi membuat penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kalau misalnya permintaan 10 tangki, mungkin yang bisa dikirim lima atau tujuh tangki terlebih dahulu. Yang terpenting masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih sambil distribusi dilakukan secara bergiliran,” ujarnya.

Selain Perumda Tirta Albantani, kata dia, penanganan kekeringan juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta berbagai pihak lainnya yang ikut mendukung pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.

Supiyanto menilai Perumda Tirta Albantani memiliki peran strategis dalam penanganan kekeringan.

Selain menjalankan fungsi bisnis sebagai penyedia layanan air minum, perusahaan daerah tersebut juga memiliki tanggung jawab sosial dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“PDAM ini memiliki dua fungsi, yakni bisnis dan sosial. Dalam kondisi seperti sekarang, fungsi sosial menjadi sangat penting karena air merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk keperluan sehari-hari maupun ibadah,” katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima Komisi III DPRD Kabupaten Serang hingga saat ini, wilayah yang paling banyak terdampak kekeringan berada di kawasan utara Kabupaten Serang.

“Informasi yang masuk kepada kami saat ini berasal dari Kecamatan Carenang, Binuang, Tirtayasa, Pontang, dan Tanara. Wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas penyaluran bantuan air bersih,” jelasnya.

Sementara itu, untuk Kecamatan Jawilan dan Kopo, Supiyanto mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kebutuhan distribusi air bersih.

“Hingga hari ini belum ada informasi yang masuk terkait Jawilan maupun Kopo. Biasanya kalau ada surat permohonan yang masuk ke PDAM, kami juga mendapatkan tembusannya sehingga bisa ikut memantau penanganannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan perkembangan terakhir yang diterimanya, wilayah barat Kabupaten Serang masih dalam kondisi aman dan belum dilaporkan mengalami dampak kekeringan yang signifikan.

Supiyanto berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Albantani, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau dapat terpenuhi secara merata.***

Kapolres Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien