KPU Kota Serang Digeruduk Mahasiswa, Tuntut Komisioner Mundur

DPRD Pandeglang Adhyaksa

 

SERANG – Suasana di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang memanas saat mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka atas hilangnya 20 C hasil 20 suara hasil pemilu legislatif, Rabu, (10/7/2024).

Para mahasiswa menuntut transparansi dan akuntabilitas dari KPU Kota Serang, yang mereka nilai telah gagal menjaga integritas pemilu.

Pada kesempatan ini, mahasiswa juga meminta kepada seluruh Komisioner KPU Kota Serang untuk mundur dari jabatannya.

Mahasiswa menilai, kepercayaan publik terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang kembali diuji dengan hilangnya data suara D dan C hasil Pemilu Legislatif 2024.

Hal ini memicu kekhawatiran serius tentang integritas dan kredibilitas penyelenggaraan pemilu.

“Kehilangan data suara C ini bukan hanya sebuah kelalaian teknis, tetapi merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemilu,” kata salah satu mahasiswa.

Loading...

Dalam kasus ini, Masyarakat berhak mengetahui perhitungan suara yang akurat dan kredibel.

Diketahui, berdasarkan data, dari total 239 titik TPS, rinciannya berdasarkan catatan PPK adalah Kelurahan Trondol 21 TPS, Sukawana 14 TPS.

Lalu Cimuncang 22 TPS, Kagungan 31 TPS, Cipare 28 TPS, Unyur 5 TPS, Lontar Baru 5 TPS, Lopang 15 TPS, Sumur Pecung 22 TPS, Kaligandu 42 TPS, Kotabaru 17 TPS, Serang 17 TPS.

Pada tahap perkembangannya , berdasarkan hasil putusan MK No 183 terdapat 120 TPS yang harus dilakukan penyandingan data, namun pihak Bawaslu menyampaikan hanya 74 suara yang perlu disandingkan, alhasil terdapat 20 C hasil suara yang hilang.

Sampai hari ini, masih belum ada penjelasan lebih lanjut dari KPU, padahal sudah melewati batas waktu penyandingan dari putusan MK yang seharusnya diselesaikan Jum’at kemarin 5 Juli 2024.

“Tentu harus dipertanyakan bagaimana kinerja KPU dalam menyelesaikan permasalahan ini. Ketua KPU Kota Serang harus mundur,” teriak mahasiswa.

Hilangnya data suara C hasil ini semakin mempertajam dugaan masyarakat tentang kecurangan dalam Pemilu Legislatif 2024.

“Ketidakbecusan dan bobroknya kinerja KPU ini tentu semakin memperparah situasi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tutup mahasiswa saat orasi. (*/Rizki)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien