Miris Kisah Hidup 2 Pemulung Tua di Anyer, Hidup Sebatang Kara dan Sakit-sakitan

SERANG – Nasib malang menimpa Herman (60) dan Mukhtar Ambon (55) yang tinggal di Desa Pegadungan, Anyer. Menjalani usia senja sendiri dengan hanya berprofesi sebagai pemulung. Mereka berdua tinggal disebuah gubuk selama bertahun-tahun yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Diketahui Mukhtar Ambon merupakan seorang pekerja disalah satu perusahaan sebagai tukang sapu awalnya, karena penyakit struk ringan yang dideritanya, ia harus kehilangan pekerjaannya, dan akhirnya memutuskan untuk memulung.

Beda cerita dengan Herman, sudah satu tahun ia tidak bisa bekerja karena kaki kirinya lumpuh akibat kecelekaan. Sebelum lumpuh ia sempat berprofesi sebagai pemulung juga, namun karena kondisi kakinya yang sudah tidak bisa berjalan, ia hanya mengharapkan derma dari masyarakat di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Haerul salah satu warga yang menghubungi Fakta Banten menyampaikan lewat pesan whatshap bahwa Mukhtar tinggal sendiri karena dengan istrinya sudah tidak harmonis, dan anak-anaknya di Jakarta.

“Pak Mukhtar Ambon tinggal sendirian, ia sudah tidak bekerja, awalnya ia sempat bekerja sebagai tukang sapu, dengan istrinya sudah tidak harmonis dan anaknya tinggal di jakarta. Kondisinya sangat memperhatikan,” ungkap Haerul kepada Fakta Banten, Kamis (16/9/2021).

Saat tim Fakta Banten melakukan survei ke lapangan, Mukhtar sedang tidak ada di rumah, menurut tetangganya ia sedang memulung bersama temannya. Tak jauh dari situ kami melihat seorang laki-laki paruh baya sedang merangkak-rangkak di depan gubuk kecilnya membersihkan daun yang berserakan dengan tangannya. Laki-laki itu bernama Herman. Ia kemudian menceritakan kepada kami kisah hidupnya selama ini.

“Saya asli Palembang, kebetulan punya istri orang Pabuaran, Anyar. Saya tinggal di sini sudah 2 tahun, baru setahun ini saya tidak bisa jalan karena kaki saya lumpuh bekas kecelakaan. Saya sudah bercerai dengan istri saya, anak saya ada yang di Malaysia yang sampai saat ini tidak ada kabar, ada juga yang di Palembang, ya sekarang hidupnya sudah masing-masing. Setahun ini saya bisa makan dari hasil pemberian para tetangga dan kadangkala dari pemerintahan setempat,” ungkap Herman kepada Fakta Banten.

Mukhtar dan Herman mereka tinggal bertetangga, dengan kondisi keduanya yang memprihatinkan, mereka butuh uluran tangan untuk memperbaiki hidupnya agar bisa menikmati kehidupan di masa senjanya. (*/Abidin)