Peduli Rakyat, GMNI Serang Minta Recovery Pasca Banjir Diseriusi

SERANG – Terjadinya banjir di sejumlah titik di wilayah Provinsi Banten, yang meliputi Kota Serang dan Kabupaten Serang disebut menyisakan kisah pilu bagi para korban.
Pasalnya ada sejumlah rumah mengalami kerusakan, bahkan kawasan Banten Lama turut terendam banjir.
Ketua DPC GMNI Serang, Muhammad Nur Lathif mengatakan, kejadian itu harus menjadi atensi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Dikatakannya, sedikitnya ada 4 kecamatan di Kota Serang dan 2 Kecamatan di Kabupaten Serang yang terendam banjir akibat bendungan Sindangheula yang tak mampu menampung debit air.
Ia meminta agar Pemerintah Provinsi Banten mulai tanggap bencana banjir pada wilayah bentangan sungai Cibanten.
“Inilah bentuk kelalaian Pemprov Banten dalam melakukan normalisasi sungai Cibanten dan Pemprov banten harus mulai melakukan evaluasi dan merancang strategi untuk bagaimana melakukan normalisasi sungai Cibanten yang menjadi penyebab banjir di Kota dan Kabupaten Serang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, pada Minggu, (27/3/2022).
Dirinya juga menyebut, kejadian banjir pada (1/3/2022) lalu banyak kerugian materil bahkan nyawa yang menjadi korban.
“Saya kira kerugian yang dialami korban harus menjadi perhatian serius bagi Pemprov Banten karena memang itu amanat dari Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 Pasal 103 dikatakan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Banten wajib menyediakan dana tidak terduga paling sedikitnya 0,5% dari APBD nya untuk recovery pasca bencana,” paparnya. (*/Faqih)

