Iklan Banner

Pengakuan Warga Kota Serang Korban Banjir: Terparah Sejak 1974

Pandeglang Gerindra HUT

SERANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Serang sejak Senin (28/2/2022) malam membuat banjir melanda 4 kecamatan di Kota Serang sejak Selasa (1/3/2022) dini hari hingga siang ini.

Sejumlah pemukiman warga terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 20 centimeter hinga sekitar 2 meter. Dan membuat para warga pun mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah seorang warga terdampak banjir di Lingkungan Magersari, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Nova mengaku bahwa banjir yang melanda kediamannya baru pertama kali terjadi. Sehingga banjir kali ini disebutnya sebagai yang terparah yang pernah terjadi di Kota Serang.

“Tahu banjir itu setengah 7 pagi, selang setengah jam langsung tinggi. Cepet naeknya, sampe gak bisa nyelamatin barang-barang. Ini kejadian pertama, sebelumnya paling yang kena itu rumah tetangga yang memang dataran rendah dan lokasinya dekat Kali Cibanten,” kata Nova, Selasa (1/3/2022).

Diakui Nova, jika dirinya sempat mendapat peringatan akan datangnya banjir dari petugas melalui pengeras suara mesjid. Namun, karena kediamannya tidak pernah terdampak membuat dirinya tak menggubris peringatan tersebut.

Agil HUT Gerindra

“Sebelumnya ada pengumuman dari mesjid untuk waspada, tapi karena ngerasa gak pernah kejadian sampe ke rumah, jadi biasa aja. Eh taunya air naek juga ke rumah,” ungkapnya.

Senada Ketua RW 01 di Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Roni Syahroni menuturkan, bahwa banjir yang terjadi saat ini merupakan banjir terparah yang dialaminya sejak tahun 1974 dirinya tinggal di Kota Serang.

Menurutnya, banjir yang terjadi sebelumnya hanya berkisar di ketinggian sekitar 50 centimeter atau setinggi betis orang dewasa. Namun, banjir kali ini justru sampai meredam sejumlah rumah yang ada di Kelurahan Serang.

“Saya pribumi, saya pernah merasakan itu waktu kecil, parah emang, tapi tidak separah ini. Ini lebih besar karena masuk sampai mesjid. Ketinggian air sampai atap rumah,” kata Roni.

Disampaikannya, banjir membuat aliran listrik di Kecamatan Serang pun padam. Menurutnya, sejumlah warga Kelurahan Serang yang terdampak banjir saat ini mengungsi ke 3 lokasi yang sudah disediakan oleh pemerintah.

“Lampu saat ini belum nyala, emang pas banjir datang langsung padam. Untuk warga ada 3 titik pengungsian, dan rata-rata ngungsi di mesjid yang tidak terdampak,” tandasnya. (*/YS)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien