Pengelola Tol Tangerang-Merak Ajak Silaturahmi Komunitas Truk Indonesia

 

SERANG – ASTRA Tol Tangerang-Merak sebagai urat nadi trans Jawa Sumatera yang menghubungkan Pelabuhan Merak dengan berbagai kawasan industri di Jabodetabek dan sekitarnya, selalu berupaya melakukan aksi nyata sebagai wujud komitmen untuk memberikan kelancaran, keamananan dan kenyamanan berkendara bagi pengguna jalan tol.

Kali ini ASTRA Tol Tangerang-Merak mengumpulkan para pengemudi truk yang tergabung dalam komunitas pengemudi truk dalam acara silaturahmi yang bertempat di kantor Operasional Ciujung.

Silaturahmi ini bertujuan memberikan awareness untuk selalu mematuhi peraturan demi keselamatan seluruh pengguna jalan khususnya dalam hal parkir liar dan Over Dimension dan Over Load (ODOL).

“Kami berharap dengan menjalin silaturahmi yang lebih baik, bisa saling mendukung dan mengingatkan dalam menciptakan kondisi jalan tol sebagai infrastruktur publik menjadi lebih bersih, aman dan berkesalamatan pengguna jalan, tidak ada lagi truk-truk parkir di bahu jalan, maupun truk yang membawa muatan berlebih,” ujar Direktur ASTRA Tol Tangerang-Merak, Adhi Resza dalam pers rilisnya, Jumat, (10/6/2022).

Selain itu Adhi Resza juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan edukasi peraturan mengenai larangan parkir di bahu jalan dan pembatasan berat muatan kendaraan ODOL, yang didukung upaya engineering dan penegakan hukum bersinergi dengan instansi berwenang dari Kepolisian maupun Dinas Perhubungan.

Sankyu ks

Sejalan dengan program ASTRA Tol
Tangerang-Merak yaitu program 3E (Education, Engineering, dan Enforcement).

Adapun realisasi yang telah dilakukan dalam penerapan 3E yaitu, pada pilar Engineering, telah melakukan pemasangan rumble dot dan marka kejut di sepanjang ruas jalan tol Tangerang-Merak serta pemasangan alat pendeteksi berat kendaraan atau weight in motion (WIM) pada gerbang tol.

Pada pilar Enforcement, ASTRA Tol Tangerang-Merak telah melaksanakan rutin
operasi ODOL bersama dengan BPTD, Dishub, PJR, dan Kepolisian Daerah dan dalam program Education di tahun 2022 ini telah mengedukasi pengemudi truk dalam kampanye keselamatan pada bulan februari lalu dan dilanjutkan melalui silahturahmi ini.

Menggandeng Komite Nasional Kesalamatan Transportasi (KNKT), pada ajang silaturhami komunitas pengemudi truk siang hari ini, melengkapi paparan terkait resiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan golongan besar baik dan kerusakaan infrastruktur karena kendaraan ODOL, yang menjadi isu kritikal di jalan tol.

“Faktor dominan kecelakaan lalu lintas adalah manusia, kendaraan dan jalan, dan 97% fatalitas (kematian) terjadi karena adanya gap (perbedaan) kecepatan, kendaraan ODOL memperlebar gap kecepatan ini, dan hal ini diperparah dengan adanya kendaraan yang parkir di bahu jalan sehingga berpotensi terjbenturan keras antar kendaraan yang membahayakan” tegas Ahmad Wildan, investigator senior KNKT.

Dalam kegiatan silaturahmi ini juga, Komunitas Truk Indonesia juga melakukan signing commitment bersama yang menjadi simbol bahwa kita sudah sepakat untuk selalu mengedepankan keamanan seluruh pengguna jalan. (*/Rizal)