Polemik Buang Sampah Sembarangan di Anyer, Komisi IV DPRD Serang Bakal Panggil DLH

 

SERANG – Warga Kampung Cisiram, Kecamatan Anyar protes tempatnya sempat dijadikan pembuangan sampah oleh tiga unit mobil truk bertuliskan Kecamatan Ciruas.

Polemik ini mendapatkan respon penolakan warga sekitar dengan menghadang mobil truk tersebut, dan meminta truk berisi sampah itu memutar balik meninggalkan lokasi.

Mereka tak mau lingkungannya tercemar dan dijadikan tempat pembuangan sampah.

Merespon ini, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Ilham Megayanto mengaku bakal memanggil pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Saya coba rundingkan dengan teman-teman Komisi IV, karena DLH mitra kita, saya panggil, tanyakan,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (29/11/2025) malam.

Padahal, beberapa bulan lalu Politikus Golkar tersebut sempat ke lokasi kejadian, melakukan kegiatan bersih-bersih sampah.

“Beberapa bulan yang lalu saya pernah juga melakukan kegiatan bersih-bersih di situ,” ujarnya.

Ia mengaku sudah menghubungi para pihak terkait. Dari informasi sementara, ia mengungkapkan pihak Kecamatan Anyer mengaku sudah ada kesepakatan dengan pemilik lahan.

“Tetapi hanya untuk Kecamatan Anyer tempat pembuangan sampah sementara, kemudian malam akhir itu ramai lah,” ujarnya.

“Informasinya dari warga sudah di tutup siang hari sebelum kejadian, malam hari entah dari mana dari kecamatan lain malah dibuang di situ, akhirnya dihadang,” sambungnya.

Saat ditanya mengenai polemik ini bisa terjadi, ia menduga ada komunikasi antar para supir truk pengangkut sampah. Hal ini lah yang menjadi penghadangan truk berisi sampah ini bisa terjadi.

“Tadi saya tanya mereka, bilang belum konfirmasi, mungkin ada pembicaraan dari supir ke supir, kata pihak dari sana,” kata dia.

Ia berharap, kejadian buang sampah sembarangan di tempat lain ini tak terulang di lokasi lain.

“Nanti diselesaikan. Dari rapat terakhir dengan DLH, tempat pembuangan sampah yang di Mancak belum beres juga,” ujarnya.

Senada, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Desi Ferawati juga mengungkapkan hal serupa. Dirinya tak ingin polemik ini bisa dapat terulang di tempat lain.

“Apapun tindakan seperti ini tidak baik, dampak negatifnya masyarakat yang merasakan, kesehatan, ekonomi mereka terganggu. Apalagi sampah juga bisa menyebabkan banjir,” kata dia.

“Harus disikapi tegas, misalkan ada logo atau tulisan (mewakili) Pemda, nanti saya tanya DLH-nya, harus disikapi tegas,” sambungnya.

Saat dimintai informasi mengenai penanganannya kepada Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin, yang bersangkutan belum merespon pertanyaan wartawan. (*/Ajo)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien