Preman Pungli di Kawasan Industri Serang Dibekuk, Omzet Harian Capai Rp7 Juta

 

SERANG – Sudah empat tahun meraup untung dari aksi pungutan liar terhadap truk yang melintas, tujuh pelaku akhirnya ditangkap tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten.

Operasi ini membongkar praktik premanisme terorganisir yang menyasar pengusaha dan sopir angkutan di kawasan industri Serang.

Penggerebekan dilakukan pada Rabu, 7 Mei 2025 di Jl. Kawasan Pancatama, Desa Namboilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Lima pria yang tengah memungut bayaran secara ilegal dari sopir truk langsung diringkus petugas.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan, kelima tersangka masing-masing berinisial NN (47), IO (40), SI (49), SN (44), dan RA (25).

Mereka terbukti menarik uang dari kendaraan yang masuk kawasan industri dengan tarif bervariasi mulai Rp25 ribu untuk truk besar, Rp15 ribu untuk truk kecil, dan Rp10 ribu untuk mobil box.

“Kegiatan ini bukan baru terjadi kemarin sore. Berdasarkan hasil penyelidikan, praktik pungli ini sudah berjalan sekitar empat tahun dengan pendapatan rata-rata mencapai Rp7 juta per hari,” ungkap Dian dalam keterangan yang diterima Fakta Banten, Kamis (8/5/2025).

Tak berhenti di situ, pengembangan kasus dilakukan esok harinya, Kamis, 8 Mei 2025. Hasilnya, dua tersangka tambahan berinisial TI (46) dan SI (44) berhasil diamankan.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai sebesar Rp2.238.000, serta empat bundel tiket dengan warna berbeda sebagai alat pungutan biru (Rp25.000), putih (Rp20.000), kuning (Rp10.000), dan pink (Rp10.000).

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara,” tegas Dian.

Dirreskrimum mengimbau masyarakat, terutama para sopir dan pelaku usaha, agar tidak takut melapor jika menjadi korban pungli atau pemerasan di jalan.

“Kami siap menindak tegas setiap bentuk premanisme. Laporkan, jangan diam,” pungkasnya. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien