Protes Kemacetan Akibat Truk Tambang, Ribuan Warga Bojonegara–Puloampel Blokade Jalan

 

SERANG – Ribuan warga dari Kecamatan Bojonegara dan Puloampel, Kabupaten Serang, menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes atas kemacetan yang kerap terjadi di Ruas Jalan Serang–Puloampel.

Kemacetan tersebut dinilai dipicu oleh penumpukan truk tambang pasir yang terdampak pembatasan jam operasional.

Massa aksi berkumpul di Lapangan Gunung Santri kemudian bergerak menuju Gerbang Tol Cilegon Timur sambil menyampaikan orasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan warga melakukan blokade hingga seluruh ruas Jalan Raya Bojonegara–Gerbang Tol Cilegon Timur lumpuh total.

Dalam aksinya, massa menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penegakan aturan yang tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Banten Nomor 567 Tahun 2025 tentang Pembatasan Jam Operasional dan Jalur Lalu Lintas Kendaraan Angkutan Tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan di Provinsi Banten.

Adapun tuntutan warga Bojonegara dan Puloampel meliputi:

1. Evaluasi total aktivitas pertambangan (Galian C) ilegal di wilayah Bojonegara dan Puloampel.

2. Segera melakukan pelebaran jalan agar sesuai dengan kebutuhan dan statusnya sebagai jalur nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandi, hadir menemui massa aksi dan menerima sejumlah aspirasi.

Namun, massa tetap menuntut kehadiran langsung Gubernur Banten, Andra Soni, untuk berdialog dan memberikan kepastian atas penyelesaian masalah tersebut.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan, sementara arus lalu lintas jalan raya Puloampel tersebut terhenti total akibat blokade massa.***

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien