PT SGPJB PLTU Jawa 7 dan PT Wilmar Komitmen Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kabupaten Serang
SERANG –PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB) PLTU Jawa 7 dan PT Wilmar Kabupaten Serang, berkomitmen mengutamakan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat lokal, khususnya warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam dialog interaktif bertema Peran Industri dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat yang digelar Karang Taruna Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (15/12/2025).
Humas PT SGPJB PLTU Jawa 7, Rama Yoga Hermawan, mengatakan mayoritas tenaga kerja yang terserap saat ini berasal dari Desa Terate.
Menurut dia, persentase tenaga kerja lokal di perusahaan outsourcing yang bermitra dengan PLTU Jawa 7 telah melampaui 50 persen.
“Sejauh ini, serapan tenaga kerja lokal dari Desa Terate sudah di atas 50 persen. Ini menjadi standar minimal yang kami tetapkan untuk tenaga kerja outsourcing,” ujar Rama.
Ia menambahkan, ke depan perusahaan akan terus memperkuat pendekatan dengan masyarakat desa guna menyaring potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.
Perusahaan berplat merah itu juga mendorong warga untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan.
Sementara itu, Humas PT Wilmar Kabupaten Serang, Iyos, menyampaikan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal di perusahaannya saat ini mencapai sekitar 60 persen, termasuk lulusan baru.
“Sekitar 60 persen tenaga kerja kami berasal dari masyarakat lokal, baik lulusan baru maupun yang sudah bekerja sebelumnya,” kata Iyos.
Ia menegaskan PT Wilmar berupaya menjadi bagian dari komunitas lokal, tidak hanya melalui penyerapan tenaga kerja, tetapi juga melalui edukasi terkait kesiapan administrasi dan persyaratan kerja.
Edukasi tersebut disalurkan melalui pemerintah desa, BUMDes, serta Karang Taruna setempat.
Iyos menjelaskan, Wilmar sendiri memiliki lima desa lingkar industri yang menjadi perhatian utama dalam penyerapan tenaga kerja.
Oleh karena itu, sinergi seluruh unsur desa, mulai dari pemerintah desa, BPD, Karang Taruna, LPM, hingga kelompok kepemudaan, dinilai penting dalam menyiapkan SDM yang kompeten.
“Dengan adanya wadah dan kolaborasi ini, masyarakat tidak perlu mencari peluang kerja ke luar daerah. Mereka cukup mempersiapkan kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan,” ujarnya.***
