Puluhan SD di Kota Serang Butuh Rehab, Dindikbud Siapkan APBD dan Berharap Bantuan Pusat
SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mencatat, masih banyak puluhan sekolah dasar (SD) membutuhkan rehabilitasi pada tahun 2025.
Perbaikan akan dilakukan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi sekolah.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan berdasarkan data Dapodik, kondisi bangunan SD di Kota Serang terbagi dalam kategori rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.
“Kurang lebih ada sekitar 50 SD yang kondisinya cukup rusak dan memang perlu direhabilitasi,” ujar Ahmad Nuri saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).
Ahmad Nuri menjelaskan, untuk tahun 2025, Dindikbud mengalokasikan rehabilitasi tujuh SD melalui APBD Kota Serang dengan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
“Dari APBD kita fokuskan tujuh titik terlebih dahulu. Ini dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” katanya.
Selain itu, Dindikbud juga mengajukan bantuan dari APBN melalui program revitalisasi sekolah. Ahmad Nuri berharap sedikitnya 20 sekolah dapat memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Mudah-mudahan bisa dapat sekitar 20 titik. Kalau 10 saja sudah lumayan, apalagi kalau bisa lebih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, besaran anggaran dari pusat bergantung pada tingkat kerusakan bangunan. Untuk rehabilitasi berat, anggaran bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per sekolah.
“Biasanya rehab berat itu sekitar Rp300 jutaan, bahkan bisa Rp3 sampai Rp5 miliar,” jelasnya.
Beberapa sekolah yang menjadi prioritas rehabilitasi di antaranya SD Pamarican 1 dan SD Pamarican 2, kecamatan Kasemen yang sebelumnya telah direkomendasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Dalam pelaksanaannya, Dindikbud memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk pekerjaan bernilai di bawah Rp400 juta, metode pengadaan langsung akan digunakan dengan perencanaan dan DED yang jelas.
“Kami akan turun langsung mengawasi. Arahan Pak Wali Kota jelas, kalau pekerjaan tidak sesuai, jangan dibayar,” tegas Ahmad Nuri.
Pengawasan akan dilakukan secara rutin, bahkan mingguan jika diperlukan. Selain kualitas konstruksi, aspek estetika bangunan sekolah juga menjadi perhatian.
Sementara itu, memasuki musim penghujan, Dindikbud mencatat hanya satu sekolah yang terdampak genangan, yakni SD Pamarican di kecamatan Kasemen, Kota Serang. Sedangkan sekolah lainnya masih dalam kondisi normal.***
