Samsul-Rohman Siap Ukir Sejarah Baru, Kota Serang Bercahaya

Dprd ied

SERANG – Setelah memutuskan tidak melakukan kampanye akbar, pasangan calon walikota dan wakil walikota Serang nomor urut 2 Samsul Hidayat – Rohman (BUYA) kembali melakukan kampanye tertutup terbatas, dan kali ini menyapa ratusan warga di Kecamatan Serang, Sabtu (5/5/2018).

Sebelumnya kampanye tertutup pertama dilakukan di Kecamatan Curug berjalan lancar dan sukses. Kembali BUYA melakukan kampanye tertutup, dan kali ini berlangsung di Radar Banten Arena pada Sabtu, pagi.

Pada kampanye kedua ini, jumlah massa terlihat lebih meriah dan lebih antusias ketimbang kampanye pertama di Kecamatan Curug 2 hari yang lalu.

Acara yang dimulai pukul 10 pagi ini berlangsung khidmat dan meriah, meski tanpa hiburan, tanpa goyangan para artis-artis berpakaian seksi.

Sementara itu, calon wakil walikota Rohman dalam orasinya menyampaikan bahwa Kota Serang butuh cahaya dari kondisi gelap gulita dan remang-remang dalam kurun waktu 10 tahun lebih.

Cahaya menurut pria lulusan Belanda ini bisa diartikan cahaya lampu dalam arti sesungguhnya, yakni gelap gulitanya penerangan Kota Serang bahkan di jantung Kotanya sendiri, sehingga rawan perbuatan menyimpang, serta gelap gulitanya Kota Serang dari sisi kebijakan dan pembangunan untuk kesejahteraan.

“Kota Serang ini Kota Madani, Kota yang seharusnya mengedepankan sisi-sisi religi dalam kehidupannya, namun nyatanya tempat prostitusi dimana-mana, tempat hiburan juga semakin banyak, makna Madani seolah tenggelam,” ujarnya.

dprd tangsel

Lebih jauh Rohman menyatakan, bahwa BUYA adalah calon tanpa kontrak politik dengan partai, dengan elit-elit politik, sehingga murni kemenangan nomor 2 menjadi kemenangan rakyat.

Samsul Hidayat dalam orasinya yang penuh semangat dan berapi-api mengungkapkan bahwa BUYA siap mengukir sejarah, dari pertama berdirinya Kota Serang bahkan Provinsi Banten, belum pernah ada kepala daerah dari independen.

Menurutnya, saatnya sekarang masyarakat menjadi pelaku sejarah bahwa rakyat biasa dari calon perseorangan bisa menjadi pemimpin yang dicintai dan mencintai rakyatnya.

“Belum tentu 5 tahun yang akan datang ada calon independen lagi di Kota Serang, sekarang saatnya kita mengukir sejarah, dari awal calon perseorangan ini penuh dengan halangan dan rintangan, namun semakin berat halangan, rintangan dan ujian maka semakin dekat kemenangan nomor urut 2,” ujarnya berkaca kaca.

Bahkan menurut Samsul, serangan terhadap calon perseorangan semakin menjadi-jadi, bahkan fitnah sana-sini sebagai bentuk kegalauan calon lainnya.

“Demi Allah, demi Rasulullah, saya tegaskan kami bukan boneka, nauzubilahimindzalik, kami bukan bentukan calon manapun, bukan bentukan siapapun, niat kami ibadah dan mengabdi untuk kesejahteraan masyarakat Serang,” ungkapnya.

Efa Farhayati, salah satu warga asal Pakupatan yang hadir dalam acara tersebut menyatakan ikut bersemangat dan antusias dalam kegiatan itu.

“Saya merinding mas, saya yakin pasangan inilah yang akan membawa perubahan lebih baik di Kota Serang,” ujarnya. (*/Angga)

Golkat ied