Sebabkan Sopir Tewas, Laka Kerja di PT BAM Bojonegara Perlu Diselidiki

SERANG – Kecelakaan kerja yang menewaskan Suanto warga Kampung Gedung Banteng, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, di lokasi pertambangan milik PT Batu Alam Makmur (BAM) Grup, pada Sabtu (22/6/2019) pagi, dinilai ada kejanggalan yang menyelimuti peristiwa tersebut.

Hal tersebut seperti disoroti oleh aktivis setempat yang mempertanyakan bentuk Safety K3 di lokasi kerja dan pertanggungjawaban dari pihak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu terhadap korban. Seperti yang dikatakan oleh Ketua LSM Laskar Pemuda Bojonegara (LPB), Suherman, kepada faktabanten.co.id, Sabtu (22/6/2019) sore.

“Pekerjaan di area tambang itu sangat bahaya, makanya akan kita lihat dan pertanyakan SOP (Standard Operasional Prosedur) nya kepada pihak BAM sesuai Safety K3 yang diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1970 apa tidak, kalau tidak ini perlu menjadi catatan dan evaluasi,” ungkapnya.

Truk Truk angkutan PT BAM tersebut juga perlu dilakukan penyelidikan, apakah laik jalan atau ternyata sedang bermasalah.

Ks nu

“Selain itu truk angkutan hasil tambang (Tronton B9258 UYW) ini kondisinya layak jalan apa tidak, kondisi ban nya, kenapa bisa pecah dan sampai jatuh korban?” selidiknya.

Berdasarkan pengakuan pihak keluarga korban, pihak dari PT BAM memang sudah datang ke rumah orangtua korban dan berjanji bertanggungjawab. Namun hal itu juga menjadi pertanyaan bagi LSM LPB, pihaknya akan mengawal agar bentuk tanggung jawab perusahaan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Bentuk tanggung jawab BAM ke keluarga korban juga akan kita kawal, ini sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku apa tidak? Selama ini korban mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan kerja apa gak? Kalau tidak akan kita laporkan ke Disnaker,” tegasnya.

“Dan BAM wajib memberikan uang duka sebagaimana diatur dalam Pasal 166 UU Ketenagakerjaan, uang jaminan kematian: berupa santunan kematian, biaya pemakaman dan santunan berkala. Nominalnya tertera disitu,” tandasnya. (*/Ilung)

Cibeber nu