Sekda Serang Zaldi Dhuhana Dorong MBG dan Koperasi Desa Merah Putih di Momentum Hari Desa Nasional 2026
SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang terus memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional.
Momentum Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen tersebut melalui penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, usai memimpin Apel Pagi yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Desa Nasional 2026 tingkat Kabupaten Serang di Lapangan Tenis Indoor ATN, Senin (19/1/2026).
Zaldi menegaskan, pembangunan nasional sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), harus dimulai dari desa.
“Peringatan Hari Desa Nasional ini menegaskan bahwa pembangunan Indonesia dimulai dari desa. Karena itu, indikator kinerja pembangunan harus terintegrasi dan dilaksanakan secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurut Zaldi, dua program strategis nasional yang menjadi perhatian utama saat ini adalah Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Keduanya terus didorong agar dapat berjalan masif dan menjangkau seluruh desa di Kabupaten Serang.
Ia menyebutkan, saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program MBG di Kabupaten Serang telah mencapai lebih dari 50 unit dan sudah beroperasi.
Sementara itu, untuk KDMP, pada tahun 2026 ditargetkan sebanyak 100 koperasi desa memiliki gedung yang representatif, dengan 28 gerai di antaranya telah memasuki tahap pembangunan.
“Program-program ini adalah kebijakan strategis Presiden yang menjadi acuan kami di daerah. Targetnya harus tercapai dalam waktu yang relatif singkat,” jelasnya.
Selain MBG dan KDMP, Pemkab Serang juga memperkuat sejumlah program lain yang berbasis desa, seperti Pos Bantuan Hukum (Posbankum) desa dan kelurahan, serta program prioritas daerah di bidang pengelolaan sampah.
Zaldi menjelaskan, pengelolaan sampah akan diintegrasikan melalui pembentukan dan penguatan bank sampah di tingkat desa dan kecamatan. Keberadaan bank sampah dinilai mampu menekan residu sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Target kita, setiap desa memiliki bank sampah. Tapi untuk itu perlu edukasi berkelanjutan dan peran aktif kepala desa serta pimpinan di kecamatan,” katanya.
Diketahui, dari total 326 desa di 29 kecamatan di Kabupaten Serang, saat ini baru 74 bank sampah yang telah aktif beroperasi. Pemerintah daerah menargetkan seluruh desa memiliki bank sampah secara bertahap.
Apel Pagi dan Peringatan Hari Desa Nasional 2026 tingkat Kabupaten Serang tersebut turut dihadiri para pejabat eselon II, III, IV serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.***

