Wisata Anyer

Selain di Puloampel, Diduga Limbah Minyak Juga Mencemari Perairan Wisata Anyer

SERANG – Dugaan pencemaran limbah minyak kembali mencuat di wilayah perairan Kabupaten Serang.

Setelah sebelumnya menjadi sorotan di kawasan perairan laut pangkalan nelayan Pulo Kali, Kecamatan Puloampel, sempat tercemar oleh limbah oli bekas, kini ceceran minyak berwarna pekat diduga mencemari perairan sekitar Pulau Sangiang, Anyer.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan video Reels Instagram akun @infoanyer pada Sabtu (15/8/2026).

Dalam video tersebut, seorang pemandu wisata mengaku rombongan wisatawan yang dibawanya menemukan ceceran minyak saat melakukan aktivitas berenang di sekitar Pulau Sangiang.

“Kami di sini sedang membawa wisatawan. Namun saat mereka berenang di Pulau Sangiang, ternyata banyak limbah minyak dan akhirnya mengenai para wisatawan,” ujar pria dalam video tersebut.

Ia menyebut keberadaan ceceran minyak tersebut sangat mengganggu aktivitas wisatawan.

Bahkan, pihaknya mengaku mengalami kerugian akibat kondisi perairan yang diduga tercemar.

HUT PRAMUKA 2026

“Menurut kami ini sangat mengganggu sekali. Kami sangat dirugikan dengan adanya limbah itu. Entah dari kapal mana atau perusahaan mana, tolong mohon ditindak oleh pihak terkait,” katanya.

Keterangan video menyebutkan bahwa ceceran minyak berwarna pekat ditemukan mengapung di permukaan laut dan diduga mengenai sejumlah wisatawan yang sedang berenang.

Pulau Sangiang merupakan salah satu destinasi wisata bahari di Kabupaten Serang yang berada di kawasan Selat Sunda. Pulau tersebut dikenal sebagai lokasi wisata snorkeling dan aktivitas bahari lainnya.

Dugaan pencemaran tersebut kini menjadi perhatian, terutama bagi pelaku usaha wisata dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan perairan Pulau Sangiang.

Hingga berita ini tayang, belum diketahui secara pasti sumber ceceran minyak tersebut maupun jenis material yang mencemari perairan.

Belum ada pula keterangan resmi dari instansi berwenang terkait dugaan pencemaran tersebut.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan pengecekan dan mengambil sampel untuk memastikan jenis serta sumber pencemar, sekaligus menentukan langkah penanganan agar tidak mengganggu aktivitas wisata dan ekosistem laut di kawasan tersebut.***

HUT Kota Serang DPMPTSP
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien