Wisata Anyer

Setelah 11 Tahun, TKW Asal Padarincang di Suriah Akhirnya Diketahui Keberadaannya

SERANG– Sempat tidak diketahui keberadaannya karena hilang kontak sejak 11 tahun silam. TKW (tenaga kerja wanita) asal Padarincang, Kabupaten Serang, Sukanah (33) akhirnya ditemukan berada dirumah majikan barunya yang letaknya justru tidak jauh dari kantor KBRI Indonesia untuk Suriah.

Diceritakan, saat itu tahun 2009, Sukanah berangkat ke Suriah untuk menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) melalui jasa calo TKI resmi di daerah Padarincang. Sehingga akhirnya berangkat ke Suriah, ia pun mendapatkan pekerjaan sebagai ART (asisten rumah tangga) bagi salah satu keluarga di Suriah, meski saat itu sedang terjadi konflik.

Baru 9 bulan bekerja, rumah majikannya justru harus hancur karena terkena sasaran serangan rudal para pemberontak. Beruntung saat kejadian, Sukanah selamat karena sedang bepergian bersama majikan perempuannya. Naas, majikan laki-laki dan anaknya tewas akibat serangan tersebut.

Karena sudah kehilangan harta benda, sang majikan perempuannya pun terpaksa harus menjual Sukanah ke majikan baru. Dan selama itulah ia pun dipaksa disekap dan tidak diperbolehkan untuk mengubungi siapapun.

“Iya di majikan baru Sukanah disekap selama 10 tahun lebih. Gajinya enggak dibayar. Tidak boleh menghubungi keluarga,” ucap Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten, Maftuh Salim, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2020).

Video Keberadaan TKW Asal Padarincang di Suriah /Dok

Hingga pada tanggal 17 Juni 2020, pihak keluarga pun melaporkan hal tersebut ke SBMI Banten. Kemudian pihak keluarga pun diundang ke kantor SBMI Banten untuk menceritakan kronologisnya sambil di video. Dan video pun disebar melalui jejaring media sosial SBMI Banten sembari berharap bisa dapat informasi terkait keberadaan Sukanah dari para TKI lain.

“Saat kami menyebar informasi dari keluarganya itu. Akhirnya ada yang melihat dan memberi tahu ke Sukanah. Ternyata ia punya HP, cuma dia hilang kontak dengan keluarganya, dan juga HP itu belum lama dibeli secara diam-diam,” ungkapnya.

Atas dasar informasi melalui video tersebut, Sukanah pun berhasil menghubungi pihak keluarga dan menceritakan nasib yang telah menimpanya bertahun-tahun.

“Kondisi kesehatannya bagus, baik. Permasalahannya gajinya tidak dibayar 10 tahun, ia pun disekap. Tapi menurut pengakuannya, tidak ada kekerasan dari majikannya, hanya menjanjikan akan membayar gaji dan memulangkan asal tidak boleh berkomunikasi dengan siapapun termasuk keluarga,” terangnya.

SBMI Banten mengadukan hal tersebut ke KBRI di Suriah. Hingga akhirnya pada tanggal 21 Juni 2020, Sukanah pun berhasil diselamatkan dari majikannya. Lokasinya pun hanya sekitar 1 kilometer dari kantor KBRI.

“Kami pun membuat surat diplomatik ke negara ataupun presiden agar secepatnya gajinya diperjuangkan. Dan kemarin dapat informasi dari KBRI bahwa proses pengambilan gajinya akan melalui proses persidangan dan Sukanah akan dipercepat kepulangannya, tapi tidak tahu kapannya,” pungkasnya. (*/YS)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien