Wisata Anyer

Warga Bojonegara–Puloampel Gelar Aksi, Desak Percepatan Pelebaran Jalan

SERANG – Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bojonegara–Puloampel (KMBP) menggelar aksi unjuk rasa di ruas Jalan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (27/7/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pemerintah segera merealisasikan pelebaran Jalan Nasional Bojonegara–Puloampel menjadi dua jalur empat lajur.

Selain menuntut percepatan pembangunan jalan, para peserta aksi juga meminta pemerintah menertibkan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut serta mengambil langkah nyata untuk mengatasi dampak lingkungan dan kesehatan yang dirasakan masyarakat.

Ketua Presidium KMBP, Munif, mengatakan percepatan pembangunan jalan menjadi kebutuhan mendesak karena kondisi jalan yang sempit memicu kemacetan panjang, tingginya angka kecelakaan, hingga pencemaran debu yang berdampak terhadap kesehatan warga.

“Kami menuntut pemerintah segera mempercepat pembangunan pelebaran Jalan Nasional Bojonegara–Puloampel menjadi dua jalur empat lajur. Kami berharap pemerintah mendengar tuntutan masyarakat yang setiap hari merasakan dampak kemacetan,” kata Munif.

Ia menjelaskan, kemacetan yang kerap terjadi tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan polusi debu yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang sempit.

“Kemacetan menimbulkan debu yang berpotensi menyebabkan penyakit. Selain itu, kecelakaan hingga korban jiwa juga terus terjadi karena jalan sempit dan arus lalu lintas tidak lagi nyaman,” ujarnya.

Munif menegaskan masyarakat Bojonegara tidak lagi menginginkan janji-janji pembangunan tanpa realisasi.

“Kami masyarakat Bojonegara menginginkan percepatan pembangunan, bukan hanya sebatas janji. Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah,” katanya.

Menurut dia, kecelakaan lalu lintas di jalur Bojonegara–Puloampel terjadi cukup sering. Korbannya tidak hanya pengendara umum, tetapi juga pelajar dan mahasiswa yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut.

“Kalau kecelakaan bukan lagi hitungan bulan, tetapi hampir setiap minggu terjadi. Banyak pelajar dan mahasiswa yang menjadi korban karena jalan sempit, macet, dan dilintasi truk-truk besar,” kata Munif.***

PT PCM HUT Bhayangkara
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien