Banyak Travel Bodong, Bersathu Ajak Warga Banten Pilih Asosiasi Travel Haji Dan Umroh Berizin

TANGERANG – Banyaknya travel haji dan umroh yang tak berizin alias bodong mengharuskan masyarakat waspada dalam memilih biro perjalanan ke tanah suci.
Ketua Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umroh (Bersathu) Wawan Suhada mengatakan, di Banten sendiri masih banyak travel haji dan umroh yang tidak berizin.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan banyaknya aksi penipuan berkedok agama yang jelas dapat merugikan masyarakat.
Wawan mengungkapkan, terdapat sekitar 150 travel haji dan umroh yang telah berizin di Banten. Namun jumlah biro perjalanan ibadah yang bodong tak kalah banyaknya daripada yang berizin.
“Yang tidak berizin pasti lebih banyak lagi, karena yang tidak berizin saja kadang tidak amanah, apalagi ini yang tidak berizin,” ujarnya usai diskusi publik di Ballroom Novotel, Tangerang City, Senin (29/9/2025).
Maka dari itu, ia mengajak kepada masyarakat Banten untuk memilih travel haji dan umroh lewat yang berizin, termasuk memilih travel yang tergabung dalam asosiasi Bersathu.
Ia menjamin, travel ibadah rukun kelima umat Islam dan umroh ini berizin serta amanah dalam melaksanakan tugasnya sebagai biro perjalanan.

“Bersathu hadir bukan untuk mendominasi, bukan pula menciptakan kartel baru, kami hadir sebagai mitra dan anggota yang berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Biro Pemerintah dan Kesra Pemprov Banten, Gunawan Rusminto mengungkapkan, kuota haji yang didapat 9 ribuan
“Kita (Banten) ada 252.942 jemaah haji sampai Agustus kemarin, kuota haji setiap tahunnya itu ada 9.418 per tahunnya. Itu masih (masa) tunggunya 26 sampai 27 tahun,” kata dia.
Meski demikian, pihaknya terus mengusulkan penambahan kuota haji untuk para calon jamaah asal Banten.
“Mudah-mudahan bisa memudahkan harapan-harapan calon jemaah haji yang ada di Provinsi Banten, biar lebih cepat lagi bisa berangkat haji,” ujarnya.
Terakhir, Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak mengucapkan terima kasih kepada asosiasi Bersathu yang telah mengedukasi publik terkait ibadah umat Islam ini.
Ia bakal memperbaiki kesalahan sebelumnya terkait pengelolaan haji, salah satunya soal waktu masa tunggu yang terlalu lama bagi setiap daerah.
“Hal ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, maka saya akan memperbaiki agar bisa seragam sesuai dengan ketentuan,” tutupnya. (*/Aj0)

