Iklan Banner

‎Dari Nyaris Roboh Jadi Kokoh, Warga Tangsel Rasakan Perubahan Berkat Program Bedah Rumah

DPRD Kota Serang HPN

 

‎TANGERANG SELATAN – Program Bedah Rumah yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus menunjukkan dampak nyata. ‎

‎Warga penerima manfaat kini bisa menghirup kebahagiaan, tinggal di rumah layak huni setelah puluhan tahun berjuang melawan kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan dan nyaris roboh.

Salah satu cerita haru datang dari Asia, warga RT 011, Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren. Perempuan paruh baya itu harus bertahan di rumah panggung bambu yang rapuh selama kurang lebih 36 tahun.

‎“Rumah saya dulu panggung dari bambu, bocor, rapuh, dan tidak layak huni. Sangat parah. Kalau hujan sedikit saja dan ada angin, basah semua masuk rumah. Kami selalu takut rubuh, dan jujur, rumah itu hampir rubuh kalau tidak ditunjang bambu,” kenang Asia di kediamannya yang baru, Kamis (23/10/2025).

‎Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Rumah yang dulu hampir ambruk kini telah berubah menjadi hunian permanen yang kokoh dan nyaman.

‎“Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus, ada kamarnya, ada dapur, semuanya ada. Terasa sangat layak untuk dihuni,” ujarnya dengan suara bergetar.

‎Perasaan serupa diungkapkan Robiani, warga Kampung Kebantenan RT 02 RW 08, Pondok Aren.

Bertahun-tahun ia hidup dengan atap yang bocor dari ujung ke ujung dan tembok yang retak-retak. Kini, setelah rumahnya “dibedah”, kegelisahannya selama ini pun sirna.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

‎“Dulu atapnya bocor dari depan sampai belakang, temboknya pada gempur, kamar cuma satu. Kalau hujan, bocor,” ceritanya.

‎“Alhamdulillah sekarang sudah dibedah. Dari atap sampai bawah, bangunannya baru. Sudah nyaman dan layak huni. Kamarnya jadi bertambah, ada kamar mandinya, dapurnya,” imbuhnya.

‎Robiani berharap program ini terus berlanjut agar lebih banyak warga yang terbantu.

‎“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tangsel. Saya mengharapkan program ini terus berlangsung karena saudara-saudara kita masih banyak yang membutuhkan,” pintanya.

‎Transformasi serupa dialami Maria, warga di lokasi yang sama. Ia tak menyangka rumahnya yang sempit, bocor, dan tanpa kamar mandi pribadi, bisa berdiri kokoh dan rapi seperti sekarang.

‎“Dulu rumah saya bocor, tidak punya kamar, dan masih campur dengan orang tua untuk air dan kamar mandinya. Sekarang sudah dibedah, sudah ada kamar, kamar mandi, semuanya rapi. Saya berterima kasih kepada Bapak Wali Kota, Pak Camat, Pak Lurah, RT, dan RW yang sudah bantu saya,” tutur Maria dengan mata berkaca-kaca.

‎Komitmen Pemkot Tangsel dalam menyediakan hunian layak bagi warganya diwujudkan melalui target perbaikan 386 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun ini.

‎Program yang dijalankan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) ini terdiri dari 369 unit yang dibiayai APBD reguler dan tambahan 17 unit dari APBD perubahan.

‎Program Bedah Rumah tidak hanya tentang memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menjadi instrumen strategis Pemkot Tangsel dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan memperkuat kualitas hidup warganya.

‎Dengan terus berjalannya program ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat Tangsel yang harus tinggal di dalam rumah yang tidak manusiawi, dan seluruh warga dapat menikmati kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.***

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien