Dua Siswa SDN Sukamulya 01 Bawa Bahasa Ibu ke Panggung FTBI Kabupaten Tangerang
TANGERANG — Bahasa daerah tak boleh sekadar menjadi warisan di buku pelajaran. Pesan itu tercermin dari keikutsertaan dua siswa SDN Sukamulya 01 dalam Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Tangerang.
Mewakili Kecamatan Cikupa, dua siswa SDN Sukamulya 01 tampil dalam kategori berbeda.
Rayyan Isra Putra Andini membawakan pidato Bahasa Betawi, sedangkan Muhammad Rafly Ramadhan tampil membawakan lagu Sunda.
Keduanya tampil mengenakan busana tradisional, membawa kekayaan bahasa dan budaya daerah ke atas panggung festival.
Kepala SDN Sukamulya 01, Didi Suhandi, S.Pd., M.M., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan FTBI sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya daerah kepada generasi muda.
“Selaku pimpinan, saya mendukung ajang FTBI sebagai wujud nyata pembinaan generasi milenial untuk mengenal dan mengetahui budaya bangsanya sendiri. Karena dengan mengenal bahasa dan budaya daerah, anak-anak akan lebih memahami serta menghargai kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia,” ujar Didi.
Menurutnya, kegiatan seperti FTBI memiliki nilai penting dalam proses pendidikan. Anak-anak tidak hanya didorong untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan mendapat dukungan semua pihak. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengenal budaya daerahnya,” katanya.
Sementara itu, penampilan Rayyan melalui pidato Bahasa Betawi dan Rafly melalui lagu Sunda menjadi gambaran keberagaman budaya yang dapat tumbuh di lingkungan pendidikan.
Dari SDN Sukamulya 01, bahasa ibu tidak hanya diajarkan, tetapi dibawa ke atas panggung dan diperkenalkan kepada publik.
Sebab ketika generasi muda masih mau berbicara dengan bahasa daerah, bernyanyi dengan lagu daerah dan tampil percaya diri membawa identitas budayanya, di situlah warisan budaya tetap memiliki masa depan.***


