Mahasiswa yang Dibanting Polisi Dibawa ke RS Ciputra Atas Inisiatif Polisi dan Bupati Tangerang

TANGERANG – MFA (20) mahasiswa yang dibanting polisi, Brigadir NP, tengah berada di rumah sakit. Dia diantar langsung oleh Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dari Rumah Sakit Harapan Mulya ke Ciputra Hospital untuk melakukan general medical check up pada Kamis 14 Oktober 2021 malam.

Pada Kamis malam, tim dokter di Rumah Sakit Harapan Mulya Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menyarankan agar MFA diperiksa lebih menyeluruh lagi di rumah sakit yang lebih besar. Sebab, ada keluhan lain yang dicurigai berasal dari penyakit penyerta yang dideritanya, serta adanya memar di leher dan punggung MFA.

“Jadi ternyata MFA ini ada komorbidnya, dan sedang menjalani pengobatan juga. Dan gejala yang dirasanya kini sama dengan gejala komorbidnya. Tapi, untuk memastikan lebih jelas, kita minta untuk general check up,” jelas Komite Medik Rumah Sakit Harapan Mulya, dr Effie Koesnandar soal mahasiswa yang dibanting polisi itu.

Disamping itu, memang di tubuh mahasiswa MFA terdapat memar dibagian leher dan pundak, yang diduga itu muncul pasca kekerasan yang dialaminya oleh Brigadir NP.

“Ada memar di lehernya, pundak juga, dan untuk memastikan secara detail, harus general check up,” kata Effie.

Atas rekomendasi tersebut, pada malam itu juga, Kapolresta dan Bupati Tangerang mengantar dan mendampingi MFA dan ayah kandungnya ke Ciputra Hospital, untuk melaksanakan general medical check up.

“Kita sengaja. Bupati dan saya membawa yang bersangkutan untuk medical cek up dan harus istirahat di RS Ciputra. Itu inisiatif kita, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk Fariz,” tutur Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro.

General medical check up tersebut juga termasuk untuk penyembuhan penyakit yang lain, sebelum insiden pembantingan tersebut terjadi.

Makanya, hingga kini, MFA masih berada dalam pengawasan kesehatan di Ciputra Hospital. Hingga kini pun belum ada keterangan dari tim dokter yang menangani MFA. (*/Liputan6)