Sakit Hati Karena Biaya Servis Tak Dibayar, Pemilik Bengkel di Tangerang Nekat Nyolong Motor Konsumennya

DPRD Pandeglang Adhyaksa

 

TANGERANG – Sakit hati lantaran biaya servis motor di bengkel miliknya tak dibayar korban, membuat MK pun kalut hingga nekat mencuri motor milik konsumennya tersebut.

Naas, MK berhasil diringkus polisi saat hendak menjual motor Honda Beat Deluxe yang dicurinya pada hari Senin (23/5) lalu. MK ditangkap di wilayah Balaraja pada Kamis (26/5).

Korban bernama Fachrul yang merupakan pegawai pabrik di PT. Keramindo Mega Pertiwi, Tangerang harus kehilangan motornya pada Senin (23/5) lalu saat sedang bekerja.

“Korban ini masuk shift 3 jam 23.30 WIB. Namun saat hendak pulang sekitar pukul 07.40 WIB, korban melihat motornya sudah tidak ada di parkiran. Sempat mencari hingga menanyakan ke satpam yang jaga, tapi motornya tidak ditemukan,” ungkap Kapolsek Balaraja, Kompol Yudha Hermawan, Jumat (26/5).

Korban pun akhirnya melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian setempat. Meski begitu, korban pun terus berusaha mencari sendiri keberadaan motornya tersebut.

Loading...

Hingga akhirnya, korban mendapat informasi bahwa ada seseorang yang hendak menjual motor persis seperti motor miliknya. Kemudian korban pun melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Dapat informasi dari korban bahwa akan ada penjualan motor Honda Beat Deluxe tanpa dilengkapi bukti kepemilikan yang sah. Kemudian Unit Reskrim pun langsung bergerak dan mengamankan seorang pria beserta motor yang hendak di jualnya,” ujar Yudha.

Saat diperiksa, pelaku MK pun akhirnya mengakui bahwa motor tersebut merupakan motor curian yang diambilnya di halaman parkir PT. Keramindo Mega Pertiwi.

Diketahui, bahwa pelaki MK pun nekat mencuri motor milik konsumen di bengkel miliknya tersebut lantaran sakit hati biaya servis dan spare part tidak dibayar oleh korban.

“Pelaku MK ini sakit hati dengan korban, dikarenakan korban pernah meminta pelaku MK untuk nyervis motor korban di bengkel pelaku. Ketika pelaku MK sudah membeli spare part untuk motor korban, tapi tidak diganti biaya pembelian spare part oleh korban. Sehingga pelaku MK ini sakit dan berniat mencuri motor korban yang juga konsumennya tersebut,” jelas Yudha.

Atas perbuatannya, pelaku MK harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Balaraja. Ia dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (*/YS)

Koperasi
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien