Batal Kampanye di Pandeglang, Haji Embay Bikin Kecewa Masyarakat Cikadueun

PANDEGLANG POLITIK

PANDEGLANG, FB – Calon Wakil Gubernur Banten nomor urut 2 Embay Mulya Syarief, merencanakan kampanye akan bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Cikadueun, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu siang 19 November 2016 kemarin.

Namun tanpa alasan yang jelas, Haji Embay (sapaan akrabnya) tiba-tiba membatalkan pertemuannya siang itu dengan masyarakat di Desa Cikaduen. Hal tersebut akhirnya membuat masyarakat kecewa karena tidak bisa bertemu dengan tokoh pendiri banten tersebut.

Masyarakat sekitar Makam Syeikh Mansyur tersebut sudah terlihat berkumpul sejak siang sekitar Pukul 13.30 Wib menanti kedatangan mantan Komisaris Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC). Namun hingga Pukul 15.30 Haji Embay tak kunjung terlihat, sampai akhirnya masyarakat membubarkan diri.

Pertemuan tatap muka dengan masyarakat Cikadueun sebelumnya diagendakan oleh Relawan Pendukung pasangan Rano – Embay pada pukul 14.00 Wib, namun karena sesuatu hal, Tokoh Pendiri Banten itu akhirnya tidak bisa menyampaikan visi misi di daerah tersebut.

“Tadi Pak haji mendadak ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan, mungkin nanti kita agendakan lagi,” ujar Uday, salah seorang relawan.

Dampak ketidakhadiran Embay Mulya Syarief di tempat tersebut membuat masyarakat kecewa hingga memutuskan untuk pulang dan tidak mengikuti acara kampanye yang digagas relawan tersebut.

Kaos bergambar pasangan nomor urut dua yang sudah dibagi-bagikan kepada masyarakat pun akhirnya banyak yang dilepas kembali bahkan tidak digunakan sama sekali, karena masyarakat merasa kecewa.

Eni misalnya, ia mengaku kecewa dan lelah karena harus tiga kali bolak-balik di area kegiatan untuk mencari lokasi tempat kampanye.

“Kata panitia di kantor desa, eh kata yang lain di sekolah PAUD, bolak balik saja saya dari tadi,” keluhnya kepada BCO.

Sementara itu pantauan dilokasi, batal hadirnya Embay di lokasi menjadi bahan perbincangan negatif oleh masyarakat di warung kopi dan pangkalan ojek yang kebetulan dekat dengan rencana tempat pertemuan tatap muka dengan masyarakat Cikadueun. (*)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *