PT Tamron Akuatik Pecat Buruh yang Ikut Aksi Pembatasan Waktu Shalat

HEADLINE INDUSTRI SERANG

SERANG – Ratusan buruh pabrik PT Tamron Akuatik kembali menggelar aksi di Jalan Raya Cikande – Rangkasbitung KM 9 kawasan CBA Nomor 6 G Desa Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis (8/2/2018).

Aksi tersebut digelar untuk menuntut keadilan bagi para buruh karena pihak perusahaan dirasa sangat tidak adil dan semena-mena telah memberhentikan 20 orang karyawannya secara sepihak.

Selain itu pihak perusahaan tidak menjalankan hasil kesepakatan yang sudah disepakati pasca aksi sebelumnya terkait upah kerja, waktu ibadah, dan ketentuan kerja serta pembayaran lembur.

Ratusan buruh tersebut terus berdiri bersama di depan gerbang sempat menunggu hasil mediasi di depan gerbang PT Tamron Akuatik Produk Industri bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.

Namun sayang setelah beberapa orang yang masuk ke dalam kembali keluar ternyata tidak membawa kabar yang baik, pasalnya pihak perwakilan buruh yang melakukan mediasi dan Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker ditolak oleh pihak perusahaan.

“20 orang karyawan di PHK secara sepihak oleh perusahaan, mereka adalah pengurus serikat kerja,” ungkap Rizal, koordinator Serikat Buruh Cikoja (Cikande, Kopo, Jawilan).

“Awal mediasi tidak ada hasil perundingan pihak perusahaan dengan buruh bahkan mediasi kedua buruh dan Bidang Hubungan Industrial Disnaker ditolak oleh pihak perusahaan, tetap menolak mediasi,” tambahnya.

Selain itu, Ana, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Serang, meminta kepada serikat pekerja agar segera melayangkan surat kepada perusahaan untuk melakukan mediasi.

“Mau ada tanggapan atau tidak, dalam waktu dekat akan saya panggil,” tegasnya

Dari pantauan wartawan, petugas kepolisian masih terus setia berjaga di depan gerbang bahkan di dalam sudah disiapkan satu unit mobil water canon untuk mengantisipasi kericuhan.

Sempat terjadi kericuhan antara massa aksi yang marah dan petugas kepolisian yang mengawal aksi buruh tersebut.

Diketahui sebelumnya, buruh sudah melakukan aksi hingga dilakukan mediasi dan mencapai kesepakatan bersama, antara perusahaan dan karyawan bahkan dihadiri dari Dinas Tenaga Kerja hubungan industrial, perwakilan karyawan, serta pengurus serikat pekerja. (*/Dave)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *