Sindikat Narkoba Sabu 1 Ton Sempat Menginap dan Masuk Hiburan Malam di Anyer

SERANG – Pelaku penyelundupan Narkoba jenis sabu-sabu asal Tiongkok yang ditangkap oleh Tim Gabungan Dit Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok di Kawasan Wisata Anyer, Kamis pagi tadi (13/7/2017), ternyata diketahui sempat menginap di Hotel My Pisita Anyer sebelum kejadian.

Saat dikonfirmasi, Manajer Hotel My Pisita, Hardomo, membenarkan adanya informasi tersebut.

“Katanya begitu, saya masih di luar,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui telepon genggam.

Saat dikonfirmasi perihal kedatangan dan sudah berapa lama pelaku menginap di hotel tersebut, Hardomo, mengaku belum mendapatkan laporan lengkap dari anak buahnya di hotel.

“Saya belum dapat laporan lengkapnya mas, saya masih di luar Banten,” katanya singkat.

Foto suasana hiburan malam diskotek Sahara di Hotel Marbella Anyer / Dok

Selain sempat menginap di hotel, Sindikat dan jaringan narkoba internasional ini juga dikabarkan sempat masuk ke salah satu tempat hiburan malam di Kawasan Anyer.

Menurut informasi yang didapat Fakta Banten dari salah seorang pengunjung hiburan malam yang enggan disebutkan namanya ini, bahwa para pria asal Tiongkok itu, pada malam-malam sebelumnya pernah terlihat masuk ke tempat hiburan malam yang jadi bagian salah satu hotel besar di Anyer.

Tidak diketahui pasti apakah mereka melakukan transaksi narkoba di dalam tempat hiburan di Anyer? Yang jelas salah seorang pengunjung tempat hiburan yang ada di Hotel Marbella ini mengaku melihat salah seorang diantara empat pelaku yang kini fotonya tersebar di media itu.

“Tadi saya lihat salah satu pelaku itu pernah bareng saya Rabu malam kemarin di Diskotek Sahara. Iya kelihatannya bergerombol orang China semua,” ungkap pria yang juga tinggal di Anyer ini.

Penyergapan barang haram narkoba skala besar dan maraknya tempat hiburan malam di Kawasan Anyer, apakah memiliki kaitan erat, terkait pemasok peredaran narkoba di Anyer dan wilayah Banten? Karena sudah menjadi rahasia umum, keberadaan tempat hiburan malam diskotek maupun tempat karaoke, kerap menjadi sarang peredaran narkoba, dan hal ini perlu menjadi perhatian aparat dan juga masyarakat setempat. (*)