Demi Kawal Budaya Bersama Warga, Kadis Dindikbud Cilegon Rela Pulang Larut
CILEGON – Kehadiran Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, hingga larut malam demi mengawal Diskusi Budaya #3 yang mengangkat tema “Mencatat Peristiwa dan Pergeseran Nilai Budaya”, Jum’at (2/5/2025) menjadi warna tersendiri.
Heni hadir dengan mengikuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga selesai dan pulang menjelang tengah malam sekitar pukul 23.59 WIB.
“Dari kelima narasumber empat laki-laki, saya satu-satunya yang paling cantik,” ujar Heni berseloroh di awal paparannya, mencairkan suasana diskusi.
Diketahui, acara tersebut menghadirkan lima narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya KH Nawawi Sahim, KH Muktillah, Heni Anita Susila, Muhammad Rois Rinaldi, dan Dadang Maskur.
Dalam pemaparannya, Heni menekankan pentingnya pemahaman kebudayaan sebagai cerminan perilaku dan gagasan masyarakat yang tidak selalu berbentuk fisik.
“Puluhan tahun lamanya, banyak cagar budaya kita tak terlihat. Kebudayaan masyarakat Cilegon masa kemerdekaan perlahan terkikis, baik dari seni tradisional maupun bahasa daerah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pergeseran nilai akibat pengaruh modernisasi dan globalisasi yang menyebabkan tergerusnya kearifan lokal seperti gotong royong, yang kini bahkan terkadang diukur dengan materi.
“Kebudayaan Cilegon perlahan mengalami pergeseran. Dulu gotong royong menjadi kekuatan masyarakat, sekarang mulai tergantikan dengan nilai-nilai materialistik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Heni menyebut bahwa Dinas Pendidikan telah mengupayakan pembangunan Museum Kota Cilegon sebagai bagian dari pelestarian budaya, meskipun hingga kini masih belum terealisasi.
“Kami sudah menginisiasi agar Cilegon memiliki museum sebagai pusat edukasi budaya. Tapi memang masih perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya,” tandasnya.(*/Nandi)

