Karang Taruna Anyer Dialog dengan KSI, Soroti Peluang Kerja dan Tantangan Lingkungan di Era Industrialisasi

SERANG – Perkembangan Kawasan Industri Anyer yang tengah digarap Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) menjadi topik hangat dalam dialog publik yang diselenggarakan pada Jumat (10/10/2025).
Membawa tema “Peluang Ekonomi dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan Anyer dalam Menyambut Kawasan Industri”, diskusi yang digelar dalam rangka HUT ke-65 Karang Taruna Kecamatan Anyar ini menyoroti dua hal utama yaitu peluang ekonomi bagi pemuda dan komitmen mengatasi tantangan tata kelola lingkungan.
Dalam acara yang berlangsung di Kabupaten Serang tersebut, perwakilan PT KSI, Usep Mujani menyampaikan paparan komprehensif mengenai rencana pengembangan kawasan industri yang menjadi bagian dari sub-holding infrastruktur di bawah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ini.
Usep memaparkan, KSI saat ini sedang mempersiapkan pengembangan “Kawasan Industri Krakatau 3” di Grogol, Anyer dan sekitarnya seluas 400 hektar, di mana 300 hektar di antaranya sudah dalam tahap persiapan.
Kawasan ini akan melengkapi dua kawasan industri eksisting yang telah dikelola, yaitu Kawasan Industri Krakatau 1 dan 2.
“Ini bukan proses yang mudah. Banyak hal, dari sisi administrasi dan strategis itu tidak mudah. Kami juga meminta dukungannya, terutama dalam percepatan pembebasan lahan, agar bisa segera kita realisasikan,” ujar Usep dihadapan para peserta dialog, mengakui kompleksitas proyek strategis ini.
Sebagai bagian dari strategi pembiayaan dan pengembangan, KSI aktif menggaet investor, termasuk dari Tiongkok dan Rusia.
Setiap kunjungan investor, menurut Usep, selalu melihat potensi besar, terutama dengan posisi Banten sebagai salah satu hub industri petrokimia terbesar di Indonesia.

“Mereka tertarik, tapi tentu mereka juga perlu tahu, apa keuntungannya, kelebihannya apa,” tambahnya.
Namun, di balik rencana ekspansi dan investasi tersebut, Usep menekankan bahwa KSI tidak menutup mata terhadap dampak dan tantangan yang menyertainya.
Ia secara terbuka mengakui adanya risiko jangka pendek, menengah, dan panjang yang harus dikelola bersama.
“Kami memiliki pengalaman untuk mengelola kawasan industri. Namun, partisipasi dan kewaspadaan bersama dari Karang Taruna dan seluruh masyarakat sangat kami perlukan,” pungkasnya, menekankan pentingnya kolaborasi.
Salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik investasi sekaligus memastikan tata kelola yang baik adalah dengan mengusulkan kawasan tiga ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Status KEK diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan insentif bagi investor, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Di sinilah poin utama bagi Karang Taruna sebagai generasi muda. Usep secara gamblang menyebut bahwa peluang pertama dan paling langsung dari kehadiran kawasan industri ini adalah penyerapan tenaga kerja.
“Peluang pertama itu tenaga kerja. Otomatis, industrialisasi memerlukan banyak tenaga kerja. Kami berharap pemuda-pemudi Anyer mempersiapkan diri dengan kompetensi yang mumpuni untuk menyambut gelombang peluang ini,” ajaknya.***

