Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Peserta Digembleng Fisik dan Mental oleh TNI–Polri
JAKARTA – Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 digembleng latihan fisik dan mental melalui kegiatan baris-berbaris yang dipandu instruktur dari unsur TNI dan Polri.
Diklat PPIH 2026 diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada 10–30 Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan sebelum bertugas melayani jemaah haji di Tanah Suci.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, menegaskan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) menjadi sarana efektif membangun disiplin, kebersamaan, serta jiwa korsa di antara para peserta.
“PBB melatih kesadaran kolektif. Kapan harus diam, bergerak, dan bertindak dalam satu komando. Ini penting agar petugas mampu bekerja solid dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, filosofi latihan disesuaikan dengan kondisi di Tanah Suci, di mana petugas dituntut memiliki ketahanan fisik karena aktivitas lapangan yang padat, termasuk berjalan kaki hingga belasan kilometer setiap hari.
Sementara itu, Komandan Kompi D sekaligus Instruktur Diklat PPIH Arab Saudi 1447H/2026M, Kompol Muhamad Afnan, mengatakan materi baris-berbaris dirancang bertahap, mulai dari gerakan di tempat hingga perpindahan formasi.
“Tujuannya menumbuhkan rasa kebersamaan dan jiwa korsa dalam menjalankan tugas sebagai petugas haji,” katanya.
Ia menambahkan, latihan PBB juga akan dilombakan antar kompi untuk mengukur sejauh mana peserta menyerap materi yang diberikan. Penilaian dilakukan oleh tim gabungan dari Kementerian Haji dan Umrah serta instruktur TNI–Polri, dengan hadiah bagi tim terbaik.
Diketahui, pada pekan pertama Diklat, seluruh peserta yang merupakan calon petugas haji diwajibkan mengikuti latihan baris-berbaris selama satu minggu. Kegiatan itu telah dimulai sejak Senin, 12 Januari 2026.
Melalui pendekatan semi-militer, Kementerian Haji dan Umrah membekali para petugas dengan disiplin, tanggung jawab, serta kekompakan dalam satu komando.
Diklat PPIH Arab Saudi 2026 menjadi tahapan penting untuk memastikan petugas siap bekerja secara profesional dan solid demi kelancaran pelayanan ibadah haji jutaan jemaah Indonesia di Tanah Suci.***

