Iklan Banner

Bendungan Badudun di Labuan Pandeglang Longsor, Warga Khawatir Longsor Susulan

 

PANDEGLANG – Bendungan Badudun yang berlokasi di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mengalami longsor.

Bendungan tersebut selama ini berfungsi mengairi lahan pertanian di empat desa, yakni Desa Caringin, Teluk, Banyubiru, dan Banyumekar.

Longsornya bendungan diduga disebabkan derasnya aliran Sungai Cisurog, ditambah kondisi bangunan yang telah mengalami keretakan akibat faktor usia.

Sekretaris Desa (Sekdes) Banyubiru, Ahmad Hasanudin, menjelaskan bahwa kerusakan Bendungan Badudun sudah terjadi sejak lama.

Retakan pada tembok penahan tanah membuat bangunan tidak mampu menahan debit air, terutama saat musim penghujan.

“Bangunan Bendungan Badudun sebelumnya sudah mengalami keretakan pada bagian tembok penahan tanah karena faktor usia. Ditambah aliran Sungai Cisurog yang deras saat musim hujan, sehingga bendungan akhirnya longsor,” ungkap Ahmad Hasanudin kepada Fakta Banten, Jumat (16/1/2026).

Ia menambahkan, hingga saat ini kerusakan bendungan tersebut belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait, meski kondisinya terbilang cukup serius.

Agil HUT Gerindra

“Kami berharap bangunan bendungan yang rusak ini dapat segera diperbaiki oleh pemerintah melalui instansi yang membidanginya,” ujarnya.

Ahmad Hasanudin juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 lalu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sempat melakukan peninjauan ke lokasi Bendungan Badudun.

“Memang sebelumnya sudah ada peninjauan dari pihak Kementerian PU, namun sampai sekarang belum ada informasi lanjutan terkait perbaikan bendungan tersebut,” katanya.

Selain berfungsi sebagai irigasi pertanian, Sungai Cisurog dan Bendungan Badudun juga menjadi bagian dari aktivitas harian warga, mulai dari mandi, mencuci pakaian, hingga mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Mulai pagi hingga sore hari, warga biasa mandi dan mencuci di Sungai Cisurog,” jelasnya.

Sementara itu, Mamat, salah seorang warga setempat, menuturkan bahwa longsor Bendungan Badudun terjadi beberapa hari lalu saat hujan deras disertai banjir.

“Kejadiannya beberapa hari lalu waktu hujan deras dan banjir. Kami berharap bendungan ini segera diperbaiki,” tuturnya.

Ia juga mengkhawatirkan potensi longsor susulan jika tidak segera dilakukan penanganan teknis.

“Kalau tidak cepat ditangani, dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan pada bangunan Bendungan Badudun,” pungkasnya. (*/Riel)

Rifki HUT Gerindra
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien