Tradisi Tebeuh Bedug Ramadan di Lebak Tak Pernah Padam, Jadi Simbol Kebersamaan Warga
LEBAK– Tradisi Tabeuh Bedug saat bulan Ramadan di Kampung Majalembur Pojok, RT 01 RW 01, Desa Curugbadak, Kecamatan Maja menjadi magnet kebersamaan warga.
Kegiatan yang biasanya berlangsung usai salat Tarawih ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi masyarakat setempat, Tebeuh Bedug telah menjadi bagian dari denyut Ramadan yang selalu dinanti.
Irama tabuhan yang dimainkan para pemuda menggema ke seluruh sudut kampung, menghadirkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Menariknya, tradisi ini tidak hanya diikuti kalangan remaja. Bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak turut hadir menyaksikan dan memberi semangat.
Bahkan warga dari kampung sekitar ikut ambil bagian, menjadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi lintas wilayah.
Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran antar kampung selama bulan Ramadan. Setiap sesi penabuhan berlangsung sekitar tujuh menit dan digelar setiap 30 menit sekali, dengan jeda istirahat hingga menjelang sahur.
Pola tersebut membuat suasana tetap semarak tanpa mengganggu ketertiban lingkungan.
Yanti, salah satu penabuh bedug, mengatakan tradisi ini selalu dinantikan setiap tahun.
“Alhamdulillah rutin tiap Ramadan. Setelah tarawih kita kumpul, sekalian mempererat silaturahmi,” kata dia kepada Fakta Banten, Rabu (4/3/2026).
Hal senada disampaikan Rian, yang juga aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Tebeuh Bedug menjadi wadah positif bagi generasi muda.
“Supaya pemuda punya kegiatan yang baik selama Ramadan. Kita ingin tradisi ini terus ada dan diteruskan ke generasi berikutnya,” katanya.
Bagi warga Desa Curugbadak, Tradisi Tebeuh Bedug bukan hanya tentang tabuhan alat musik tradisional.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kekompakan, ruang silaturahmi, sekaligus warisan budaya yang menjaga semangat kebersamaan di bulan suci. (*/Sahrul).
