Wisata Anyer

Sudah 8 Tahun Berjalan, Misteri Kematian Mahasiswi Akbid Latansa Belum Terungkap, Kumala Desak Polres Lebak Bergerak Kembali

 

LEBAK – Kasus kematian seorang mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) Latansa Mashiro di Kabupaten Lebak hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.

Peristiwa yang terjadi sejak tahun 2017 tersebut diduga kuat bukan sekadar bunuh diri, melainkan mengarah pada dugaan tindak pidana, namun hingga bertahun-tahun berlalu belum juga terungkap.

Korban diketahui bernama Ayu Oktaviani, yang ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Ciujung pada 24 Maret 2017.

Kondisi jasad korban saat ditemukan menimbulkan kecurigaan, terutama setelah hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Ketua Umum Koordinator Kumala meyakini bahwa kematian Ayu tidak wajar. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya luka di bagian leher dan kepala korban, yang diduga akibat tekanan benda tumpul atau cekikan.

Namun demikian, hingga kini belum ada tersangka yang berhasil diungkap oleh aparat penegak hukum.

Selama proses penyelidikan, polisi disebut telah memeriksa puluhan saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Meski demikian, keterbatasan barang bukti menjadi salah satu kendala utama dalam mengungkap kasus ini.

Memasuki lebih dari delapan tahun sejak kejadian, mahasiswa akan terus menyuarakan tuntutan keadilan.

Ia menilai penanganan kasus berjalan lambat dan terkesan mandek. Bahkan, Imin menyatakan siap mengawal kasus ini agar proses hukum berjalan dengan adil.

“Kami hanya ingin kejelasan, siapa pelaku di balik kematian Mahasiswi Akbid tersebut,” terang Imin.

Ia menyoroti terkait transparansi dan keseriusan penegakan hukum dalam menangani perkara yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian.

Hingga saat ini, misteri kematian mahasiswi Akbid Latansa tersebut masih belum terpecahkan.

“Saya akan terus menunggu, apakah kasus ini akan benar-benar diungkap, atau justru menjadi satu lagi catatan kelam penegakan hukum yang tak kunjung menemukan titik terang,” pungkasnya. (*/Sahrul).

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien