Bakti Petugas Lansia di Madinah: Dampingi Jemaah ke Raudhah hingga Layanan Pijat

MADINAH — Seorang petugas haji dari Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas melakukan visitasi pagi terhadap seorang jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (26/4/2026).
Selain melakukan visitasi, petugas tersebut juga bersedia mengantar jemaah bernama Khoirunnisa (46) ke Masjid Nabawi, bahkan hingga mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW dan Raudhatul Jannah.
Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas Sektor 2 Daerah Kerja Madinah, Wira Putra, menyatakan bahwa selain visitasi dan monitoring kesehatan, pihaknya juga memberikan berbagai layanan bagi jemaah dengan keterbatasan fisik.
Dalam sepekan terakhir, timnya aktif memberikan pendampingan, mulai dari membantu menyuapi sarapan, memberikan pijatan, hingga mendampingi kunjungan ke Masjid Nabawi bagi jemaah yang membutuhkan.
Wira menjelaskan, timnya menghadapi beragam kondisi jemaah yang memerlukan penanganan khusus, termasuk jemaah dengan penyakit demensia serta jemaah lanjut usia.
“Alhamdulillah di Sektor 2 terdapat 16 orang petugas haji Layanan Lansia dan Disabilitas dan ke-16 orang ini selalu siap memberikan pelayanan maksimal terhadap para jamaah,” ujar Wira, Senin (27/4/2026).
Ia juga mengimbau keluarga jemaah agar tidak terlalu khawatir, karena petugas akan terus memberikan pelayanan optimal bagi jemaah berkebutuhan khusus, baik lansia maupun disabilitas.
“Alhamdulillah Kementerian Haji dan Umrah telah melatih lebih dari 500 orang untuk melayani jamaah haji lansia dan disabilitas. Insya Allah 500 lebih orang ini siap untuk melayani seluruh jamaah yang tersebar di seluruh sektor baik Madinah, Makkah, maupun di bandara,” ujar Wira.

Salah satu penerima layanan tersebut adalah Khoirunnisa, yang mengalami kesulitan berjalan akibat bekas luka operasi pada kakinya. Sejak tiba di Tanah Suci pada Jumat (24/4/2026), ia lebih banyak berdiam diri di hotel.
“Sedih rasanya melihat teman-teman satu rombongan bisa pergi ke Nabawi. Saya melihat mereka memakai mukena saja rasanya seperti ingin menangis,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia tinggal di Maysan Rehab Al Mysk Hotel yang berada di kawasan Badaah District, Madinah.
“Terima kasih banyak sudah mau mengantarkan saya ke Raudhah, mungkin ini jalan terbaik bagi saya bisa bertemu (petugas haji),” ujarnya.
Khoirunnisa mengaku tidak menggunakan kursi roda sejak keberangkatan dari tanah air. Namun, karena terlalu memaksakan diri untuk berjalan, luka di kakinya kembali terbuka.
Ia sempat berharap lukanya segera pulih, tetapi dokter menyampaikan bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu sekitar dua pekan.
“Saya langsung kaget begitu diberi tahu (butuh dua minggu), mungkin saya kebanyakan dosa,” jelasnya.
Hal serupa juga dialami Djumhari Abdul Jalil (85), jemaah lansia asal Pasuruan, yang mengalami kesulitan berjalan setibanya di Madinah pada Jumat (24/4/2026).
Ia merasakan pegal pada kakinya akibat aktivitas berjalan yang cukup intens sejak di tanah air.
“Alhamdulillah,” tuturnya saat mendapatkan pijatan menggunakan balsem dari petugas Layanan Lansia dan Disabilitas di kamar hotelnya di Maysan Rehab Al Mysk, lantai 9.(*/ARAS)


