Wisata Anyer

Bus Khusus Disediakan untuk Jemaah Disabilitas dan Lansia dari Bandara AMAA Madinah ke Hotel

PT PCM HUT Cilegon

MADINAH – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Bandara menyiapkan layanan bus khusus bagi jemaah penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) guna memastikan mobilitas mereka tetap aman dan nyaman sejak tiba di Tanah Suci.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi Ahmad Basir mengungkapkan, penyediaan transportasi khusus ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan bagi jemaah dengan kebutuhan khusus, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Upaya tersebut, menurutnya, sekaligus mempertegas tagline ‘Haji Ramah Lansia dan Perempuan’ yang diusung pemerintah.

Petugas haji berupaya maksimal menghadirkan fasilitas pendukung agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman.

“Bahkan jika jemaah hanya satu orang membutuhkan layanan seperti itu, kita berusaha mendapatkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan jemaah dan fasilitas itu gratis,” kata Basir.

Sementara itu, hingga Minggu (26/4/2026) pukul 18.00 Waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.172 orang merupakan jemaah lanjut usia yang tersebar dalam 78 kelompok terbang (kloter).

“Angka ini (jemaah haji lansia) menjadi perhatian kami, karena pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah,” ujar Abdul Basir.

Besarnya jumlah jemaah lansia tersebut mendorong PPIH untuk meningkatkan fasilitas pelayanan di area bandara. Berbagai sarana pendukung disiapkan, mulai dari mobil golf, kursi roda, hingga perlengkapan tambahan seperti pampers dan payung untuk menunjang kenyamanan jemaah.

“Ini bagian dari ikhtiar kami agar jemaah, terutama lansia dan pengguna kursi roda, tetap terlindungi dan mendapat perhatian lebih sejak tiba di bandara,” katanya.

Salah satu jemaah lansia, Fauziah Rahmaddin Kadema (62), asal kloter 3 Padang, mengaku bersyukur atas pelayanan yang diberikan petugas.

PT Sankyu HUT Cilegon

Ia mendapatkan fasilitas bus khusus disabilitas untuk menuju hotel dari terminal kedatangan.

“Alhamdulillah, petugas membantu memberikan fasilitas seperti ini untuk kelancaran ibadah saya,” kata Fauziah haru, Minggu (26/4/2026).

Fauziah diketahui harus menggunakan kursi roda untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia memiliki riwayat stroke serta pernah mengalami cedera akibat terjatuh di kamar mandi yang berdampak pada gangguan saraf motorik.

Kondisi tersebut membuat Fauziah mengalami keterbatasan gerak dan harus bergantung pada kursi roda untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Keluhannya belum bisa berdiri dan berjalan karena habis stroke itu. Tahun 2020 juga pernah jatuh dari kamar mandi, sehingga belum bisa beraktivitas berjalan,” kata Fauziah.

Pada musim haji tahun ini, Fauziah didampingi oleh putrinya, Fitri Wulandari (36). Keduanya tergabung dalam kloter 3 embarkasi Padang (PDG) yang tiba di Bandara Madinah pada Minggu petang.

“Kondisi ibu memang sudah enggak bisa berdiri stroke, enggak bisa jalan setelah jatuh dari kamar mandi. Alhamdulillah bisa damping ibu beribadah (di Tanah Suci),” papar Fitri.

Setibanya di Madinah, Fauziah langsung diberangkatkan menuju hotel menggunakan bus khusus yang memungkinkan kursi roda masuk ke dalam kabin tanpa harus dipindahkan.

Hal ini dilakukan karena kondisi Fauziah tidak memungkinkan untuk menggunakan bus jemaah reguler seperti pada umumnya.

“Beliau (Fauziah) tidak bisa dinaikkan ke dalam bus. Dengan berbagai cara sudah kita coba. Akhirnya kita mendatangkan bus khusus untuk disabilitas,” ujar Basir. (*/ARAS)

Dindik Cilegon HUT
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien