Jemaah Haji Pilih Kirim Oleh-oleh Lebih Awal Lewat Kargo Pos Indonesia, Supaya Lebih Fokus Beribadah
MAKKAH – Sejumlah jemaah haji Indonesia memilih mengirim oleh-oleh lebih awal ke Tanah Air melalui layanan kargo agar dapat lebih fokus menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pengiriman barang belanjaan jemaah lewat kargo, dimaksud supaya mereka tidak terbebani barang bawaan berlebih.
Salah seorang jemaah, Ibu Jumarni, mengaku telah membeli berbagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah, seperti tas dan barang lainnya dengan total berat sekitar 10 kilogram.
“Ini tas-tas buat oleh-oleh untuk keluarga,” ujar Jumarni, ditemui Minggu (27/4/2026).
Ia mengatakan, alasan memilih mengirim barang melalui kargo karena prosesnya dinilai lebih cepat dan praktis, sehingga setelah itu dirinya bisa lebih tenang menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Karena cepat sampai. Jadi habis ini nanti fokus ibadah. InsyaAllah, fokus ibadah nanti setelah selesai ini kargonya,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ibu Megawati yang mengirim sajadah, tasbih, permen, cokelat, serta berbagai oleh-oleh lainnya dengan perkiraan berat sekitar 10 kilogram.
“Ya, supaya untuk meringankan nanti kalau kita pulang ke Indonesia,” ujar Megawati saat ditanya alasan memilih layanan kargo.
Ia mengaku mengetahui layanan tersebut dari ketua rombongan hajinya yang telah lebih dulu mengoordinasikan proses pengiriman.
Sementara itu, jemaah asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Muhammad Darwis, menilai layanan kargo memberikan rasa aman karena adanya tanggung jawab dan kepercayaan terhadap barang yang dikirim.
“Pertama tentu responsibility-nya, tanggung jawab yang sangat tinggi, sehingga ada kepercayaan dari jemaah bahwa apa yang dikirim akan sampai ke tanah air dengan baik,” katanya.
Menurut Darwis, pengiriman lebih awal membuat jemaah tidak terlalu terbebani saat kepulangan nanti, terutama karena banyak barang khas Arab Saudi yang ingin dibawa pulang.
“Seperti kurma, kemudian ada pakaian khas dari Madinah, yang merupakan kebanggaan orang Madinah. Itu tidak ditemukan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Ia memperkirakan total barang yang dikirim mencapai sekitar 10 kilogram.
Jemaah lainnya, Ibu Astuti asal Kloter 8 Kabupaten Pinrang, juga memilih berbelanja lebih awal agar saat tiba di Makkah dirinya dapat lebih khusyuk beribadah.
“Supaya kalau di Tanah Suci nanti ibadahnya lebih terjaga lagi,” katanya.
Ia mengaku total belanja oleh-olehnya telah mencapai lebih dari Rp9 juta, terdiri atas tas, ceret, dan berbagai barang lainnya.
Karena koper tidak lagi cukup menampung seluruh barang, ia pun memutuskan menggunakan jasa kargo.
“Ndak muat ini kalau disimpen di koper, insyaallah pakai kargo,” ujarnya.
Sementara itu, Petugas Kargo Haji Pos Indonesia, Abdul Ghani, menjelaskan layanan tersebut diperuntukkan bagi seluruh jemaah haji Indonesia, dengan tarif rata-rata 23 riyal dan estimasi waktu pengiriman sekitar 7 hingga 14 hari.
“Kargo Haji ini diselenggarakan oleh Pos Indonesia untuk warga negara Indonesia, seluruh warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dengan tarif rata-rata 23 riyal. Untuk waktu tempuhnya sekitar 7 sampai 14 hari,” katanya.
Ia menambahkan, layanan ini mulai berjalan sejak 2024 dan kini memasuki tahun ketiga. Respons jemaah pun dinilai sangat positif.
“Rata-rata mereka itu menyampaikan kok nggak dari dulu ada seperti ini,” ujarnya.
Untuk menjamin keamanan barang, Abdul Ghani memastikan proses pengepakan dilakukan langsung di hadapan jemaah dan dilengkapi perlindungan asuransi.
“Waktu packing, jemaah haji langsung melihat sendiri. Masuk ke dalam dus yang kami sediakan. Kemudian ini ada asuransinya. Jadi insyaallah barang ini cocok sesuai dengan yang diserahkan ke kami,” katanya.
Ia juga menjelaskan tarif 23 riyal berlaku hampir untuk seluruh wilayah Indonesia, kecuali daerah yang memerlukan dua kali penerbangan atau double flight, sehingga tarif bisa naik menjadi 25 hingga 30 riyal.
“Barangnya langsung sampai di rumah, depan rumah maksud saya,” ujar Abdul Ghani. (*/Nandi)


