PP PERSIS Minta PPIH Berlakukan Kebijakan Murur dan Tanazul Hanya untuk Jemaah Haji yang Udzur
MAKKAH – Pimpinan Pusat Ormas Persatuan Islam (PERSIS) menyatakan jemaahnya akan mematuhi regulasi pemerintah atau kebijakan dari Kementerian Haji dan Umrah RI, dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H / 2026 M.
Salah satunya terkait dengan pelaksanaan penyembelihan dam/hadyu, serta skema murur dan tanazul pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Mengenai skema murur di Muzdalifah dan tanazul di Mina, PP PERSIS meminta PPIH Arab Saudi menerapkan kebijakan tersebut hanya untuk jemaah haji yang memiliki uzur atau keterbatasan kondisi fisik.
Melalui surat yang ditandatangani Ketua Umum PP PERSIS, KH Jeje Zaenudin, Minggu (17/5/2026), ditegaskan agar pelaksanaan murur dan tanazul pada puncak haji sesuai dengan kebijakan awal.
“Kami sangat berharap Pimpinan Kloter menerapkan kebijakan awal, yakni murur dan tanazul diperuntukkan bagi mereka yang uzdur,” demikian isi surat tersebut.
PERSIS menilai jemaah yang dalam kondisi sehat sebaiknya tetap diberikan kesempatan menjalankan mabit atau bermalam di Muzdalifah dan Mina, sebagaimana pelaksanaan haji pada umumnya.
“Sementara jamaah yang sehat tetap diizinkan mabit di Muzdalifah dan Mina,” lanjut surat itu.
PP PERSIS meyakini penerapan skema murur dan tanazul sebagai pilihan bagi jemaah haji Indonesia akan membuat sebagian besar jemaah memilih skema tersebut.
Karena itu, mereka berharap masih tersedia ruang bagi jemaah yang dalam kondisi sehat dan ingin menjalankan mabit secara penuh.
“Kami sangat berkeyakinan ketika skema murur dan tanazul diberlakukan sebagai pilihan bagi jamaah haji Indonesia oleh Kemenhaj RI, akan ada banyak jamaah haji yang memilih murur dan tanazul di luar jamaah kami,” tulis PP PERSIS.
PERSIS diketahui merupakan salah satu Ormas Islam yang memiliki keyakinan Mabit di Muzdalifah dan Mina, merupakan rangkaian penting dari ibadah haji.
“Kami berharap masih ada tempat bagi jamaah kami yang ingin mabit di Muzdalifah,” tegas tulisan penutup dari surat tersebut.

Perihal persiapan Puncak Haji kali ini, Musyrif Diny yang juga Sekretaris Umum PP PERSIS, Dr. KH Haris Muslim menegaskan pentingnya kolaborasi antara PPIH, pembimbing ibadah, dan KBIHU guna memastikan jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik, khusyuk dan sesuai syariat.
“Sinergi antara petugas kloter, KBIHU, dan seluruh unsur pembimbing sangat penting agar pelayanan jamaah, terutama saat puncak Armuzna, dapat berjalan optimal,” ujar KH Haris Muslim, di acara silaturahmi dan koordinasi bersama pembimbing ibadah kloter, KBIHU, serta ketua rombongan se-Sektor 7 di kawasan Misfalah, Makkah, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, koordinasi yang solid semua pihak, akan sangat berpengaruh pada layanan jamaah untuk memastikan proses ibadah berjalan tertib dan lancar.
“Kami berharap, seluruh pembimbing ibadah dapat berjalan seirama dalam memberikan arahan kepada jamaah agar pelaksanaan manasik dan puncak haji berjalan tertib serta sesuai ketentuan,” tandas KH Haris Muslim. (*/Red/MCH-2026)

