Petugas MCH Suntik Vitamin di KKHI Makkah, Jaga Kesehatan untuk Layanan Haji Terbaik di Armuzna
MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus menjaga stamina dan juga kesehatannya untuk bisa terus memberikan layanan terbaik bagi jemaah Indonesia.
Terlebih lagi dalam waktu dekat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, yang tinggal menghitung hari akan segera berlangsung.
Fase puncak haji di Armuzna sendiri diketahui sebagai periode paling padat dan menguras tenaga bagi petugas maupun jemaah.
Salah satu ikhtiar PPIH untuk menjaga kesehatan fisik, seperti penyuntikan vitamin Neurobion yang diterima para PPIH dari Media Center Haji (MCH), Minggu (17/5/2026).
Penyuntikan vitamin sebagai langkah preventif ini dilakukan oleh Tim Medis dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) kepada sebanyak 24 petugas dari MCH Daerah Kerja Madinah.
Diketahui, tim MCH Daker Madinah ini baru datang di Kota Makkah pada Sabtu (16/5/2026) malam, untuk bergabung dengan PPIH lainnya membantu tugas-tugas jelang puncak haji.
Penyuntikan booster vitamin yang diterima petugas MCH ini merupakan agenda pertama setelah kedatangannya di Makkah.
Pejabat Rekam Medis KKHI Makkah 2026, dr Dika Maulana P, mengatakan suntikan Neurobion diberikan untuk membantu menjaga stamina petugas di tengah tingginya intensitas pekerjaan selama musim haji.
“Bagi petugas haji, suntik Neurobion sangat bermanfaat untuk menjaga stamina, mencegah kelelahan ekstrim, dan melindungi fungsi saraf di tengah jadwal kerja yang sangat padat dan menuntut fisik yang prima secara terus-menerus,” ujar dr Dika kepada Media Center Haji saat di KKHI, Minggu (17/5/2026).
Menurut dr Dika, para petugas haji setiap hari harus bekerja di bawah cuaca panas Kota Makkah, demi memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
Dalam kondisi tersebut, kandungan vitamin neurotropik berupa vitamin B1, B6, dan B12 dinilai mampu membantu menjaga kesehatan saraf dan mengurangi risiko gangguan fisik akibat kelelahan.
dr Dika menjelaskan, suntikan Neurobion dapat membantu mencegah kebas, kesemutan, hingga kram otot yang kerap dialami petugas akibat aktivitas fisik berlebih seperti berdiri terlalu lama, berjalan jauh, serta membantu mobilitas jemaah.
Selain itu, vitamin B kompleks di dalamnya juga berfungsi mempercepat metabolisme tubuh, sehingga energi dapat pulih lebih cepat meskipun waktu istirahat terbatas.
“Petugas haji rentan mengalami kurang tidur dan kelelahan kronis. Vitamin B kompleks bekerja membantu tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lemas,” ujar dokter asal Bandung, Jawa Barat ini.
Ada lagi vitamin B12, dalam suntikan tersebut memiliki kandungan yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem saraf pusat dan fungsi otak agar petugas tetap sigap saat mengambil keputusan di lapangan.
Karena tentunya, kondisi lapangan selama operasional haji sangat membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi.
Di samping itu, suntikan vitamin juga diharapkan mampu membantu menjaga daya tahan tubuh petugas di tengah cuaca panas dan tingginya potensi paparan penyakit menular dari berbagai negara.
“Vitamin B6 membantu pembentukan sel darah putih sehingga mendukung sistem kekebalan tubuh petugas agar tidak mudah terserang flu maupun batuk,” lanjut dr. Dika.
Meski demikian, pihak KKHI Makkah tetap mengimbau para petugas haji untuk menjaga pola hidup sehat selama bertugas, antara lain dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi, serta melengkapi asupan vitamin C dan D3 guna meningkatkan perlindungan terhadap infeksi saluran pernapasan.
“Selain suntikan vitamin ini, para petugas haji juga harus tidur cukup dan mengonsumsi makanan yang bergizi,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)

