Safari Wukuf Lansia, Petugas Pastikan Pendampingan Penuh dari Kamar Hingga Arafah
MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari layanan Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP2JH) menyatakan seluruh infrastruktur dan skema pendampingan untuk Safari Wukuf Lansia sudah siap 100 persen.
Persiapan terakhir dilakukan di Hotel Transit Durat Al Mashaeir 2, Makkah, Minggu 24 Mei 2026 siang waktu setempat.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan keterbatasan fisik jemaah lansia menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dijelaskan, bahwa proses Safari Wukuf dimulai sejak jemaah masih berada di kamar hotel.
“Kami benar-benar harus mempersiapkan sedini mungkin, sekeras mungkin usaha kami untuk mempersiapkan mobilitasnya dari mengangkut jemaah dari kamar menuju mobil,” ujar Dokter Anita Dwi Budiarti dari Tusi PKP2JH Seksus Haram, Minggu.
Pemerintah menargetkan Safari Wukuf berjalan lancar sebagai bagian dari pilar Sukses Ritual dalam Tri Sukses Haji.
Pengawasan dilakukan hingga detail terkecil demi menjaga kondisi jemaah tetap stabil.
“Mulai dari sekecil apapun contoh makan, minum obat, sampai bahkan mandiin pun kita lakukan,” jelas Herlambang dari Tusi PKP2JH Seksus Nabawi.
Seluruh peserta Safari Wukuf dijadwalkan diberangkatkan serentak pukul 13.00 menuju Arafah. Di lokasi wukuf, tim pembimbing ibadah akan mendampingi jemaah agar rukun haji tetap terpenuhi.
“Nanti di Arafah kita juga ada pembimbing ibadahnya,” tambah Herlambang.
Tim medis memastikan kondisi kesehatan jemaah dipantau terus selama proses transit dan pelaksanaan wukuf. Tujuannya agar lansia bisa menyelesaikan rangkaian puncak haji tanpa komplikasi berarti.
Ia menyebut kesehatan jemaah sebagai target utama usai wukuf.
“Dan sehat tentunya ya,” pungkas Dokter Anita.
Safari Wukuf menjadi skema khusus bagi lansia dan jemaah dengan keterbatasan fisik agar tetap bisa melaksanakan rukun haji di Arafah tanpa harus mengikuti alur jemaah reguler yang lebih berat secara fisik. (*/Red/MCH-2026)


