AKBP Arninsi Ditunjuk Pimpin Polres Lebak, Catat Sejarah sebagai Kapolres Perempuan Pertama

LEBAK – Kepemimpinan di Polres Lebak dipastikan akan memasuki babak baru menyusul kebijakan mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Banten.
Dalam kebijakan tersebut, AKBP Arninsi ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lebak menggantikan AKBP Herfio Zaki yang memperoleh promosi jabatan di tingkat Polda.
Penugasan AKBP Arninsi menjadi perhatian karena mencatatkan sejarah baru di lingkungan Polres Lebak.
Untuk pertama kalinya sejak institusi tersebut berdiri, jabatan Kapolres akan dipimpin oleh seorang polisi wanita.
Sebelum menerima amanah baru di Kabupaten Lebak, AKBP Arninsi bertugas sebagai Kepala Bagian Perawatan Personel (Kabagwatpers) pada Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Banten.
Pengalaman di bidang pembinaan sumber daya manusia dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tugas memimpin jajaran Polres Lebak.
Di sisi lain, AKBP Herfio Zaki mendapat promosi sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Banten.
Penempatan tersebut merupakan bagian dari kebijakan rotasi yang dilakukan institusi Polri untuk mendukung pengembangan karier personel sekaligus memperkuat organisasi.
Kepala Seksi Humas Polres Lebak, Iptu Moestafa Ibnu Syafir, membenarkan adanya pergantian pimpinan tersebut.
Ia menyampaikan, apabila tidak terdapat perubahan jadwal dari Polda Banten, prosesi serah terima jabatan akan dilaksanakan pada 13 Juli 2026.
“Kalau tidak ada perubahan, sertijab dijadwalkan tanggal 13 Juli,” ujar Moestafa saat dikonfirmasi.
Ia juga memastikan promosi jabatan yang diterima AKBP Herfio Zaki sebagai Wadir Reskrimsus Polda Banten telah ditetapkan dalam keputusan mutasi terbaru.
Menurut Moestafa, penunjukan AKBP Arninsi menjadi momentum bersejarah bagi Polres Lebak karena baru kali ini kepemimpinan institusi tersebut dipercayakan kepada seorang polisi wanita.
“Iya, baru pertama kali Polres Lebak dipimpin Kapolres perempuan,” katanya.
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan mekanisme yang secara berkala dilakukan di lingkungan Polri sebagai bagian dari pembinaan organisasi.
Langkah tersebut bertujuan menjaga efektivitas pelaksanaan tugas, meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat regenerasi kepemimpinan, serta mengoptimalkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (*/Sahrul)

